Arsip Kategori: Berita Politik

Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan 2000 ?

Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan 2000 ?
Oh Trio macan..yang bikin geger.. ternyata seorang laki-laki yang berprofesi sebagai konsultan “palu gada” (politik, hukum, dan bisnis) atau broker politik yang menghabiskan waktunya bertwitter ria..

RABU, 23 MEI 2012 | 14:32 WIB
Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan 2000?
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah.
Siapa pemilik akun dengan pengikut 60 ribu lebih yang tayang perdana sejak 1 April 2011? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia, Selasa 22 Mei 2012. Ia bersedia mengakui sebagai pemilik akun yang namanya ditulis sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini. Ia pun bersedia menjelaskan latar belakangnya dalam berkicau, termasuk bahan kicauannya. Namun, untuk saat ini, ia meminta nama aslinya tidak dipublikasikan dulu. “Nanti saja menjelang 2014,” katanya.
Pengikutnya sering menyapa “Ade Ayu Sasmita” dengan “mbak”. Padahal ia sebenarnya seorang laki-laki berkulit cokelat, suka tertawa lepas, dan tak henti merokok Sampoerna A-Mild. Pertemuan kami di sebuah hotel di Jakarta Utara ini adalah untuk kedua kalinya. Dan dalam dua kali ketemu, dia selalu sibuk menerima telepon guna membicarakan pelbagai proyek di sela obrolan. “Pekerjaan saya konsultan politik, hukum, dan bisnis,” katanya.

“Ade Ayu Sasmita” punya latar belakang aktivis. Ia mengatakan pernah berhadapan dengan polisi, bahkan dipenjara. Ia mengatakan istrinya tahu hobinya menebar pernyataan di media sosial.
Dalam pertemuan di satu hotel di Jakarta Pusat, “Ade Ayu Sasmita” meyakinkan kepada Tempo sebagai pemilik akun TrioMacan 2000. Dia menyalakan iPad-nya, lalu ia menuliskan sebaris cuit yang didiktekan Tempo. Sedetik kemudian cuit itu tayang di timeline.
+++++++++++++++++++++
RABU, 23 MEI 2012 | 16:47 WIB
30-an Orang Tahu Identitas TrioMacan2000
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Pemilik akun anonim di Twitter, TrioMacan2000, mengatakan tak takut identitasnya terbuka. “Ada 30 orang yang tahu. Makin lama, makin banyak yang tahu,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 22 Mei 2012.
Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah.
Siapa pemilik akun dengan pengikut 60 ribu lebih yang tayang perdana sejak 1 April 2011? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia, Selasa 22 Mei 2012. Ia bersedia mengakui sebagai pemilik akun yang namanya ditulis sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini. Ia pun bersedia menjelaskan latar belakangnya dalam berkicau, termasuk bahan kicauannya. Namun, untuk saat ini, ia meminta nama aslinya tidak dipublikasikan dulu. “Nanti saja menjelang 2014,” katanya.
Sang Macan mengatakan tidak takut jika pada akhirnya identitasnya terbuka. “Masalahnya apa kalau ketahuan? Aku dari dulu sudah begini. Hahaha…”
Ditanya apakah pernah bergiat di bidang intelijen, pria 40-an tahun ini menjawab, “Nantilah itu. Yang pasti, tak ada intel pensiun. Hahaha…”
Ia lalu berkata soal pengalamannya, “Dulu aku pernah ditahan waktu kasus Kedung Ombo (kasus Kedung Ombo adalah penolakan warga atas pembangunan waduk di Jawa Tengah pada 1989 yang menenggelamkan 37 desa di Sragen, Boyolali, dan Grobogan). Aku ditahan, tapi tidak pernah diadili. Aku waktu itu pakai kaos gambar Soeharto berbadan babi.”
Dalam pertemuan di satu hotel di Jakarta Pusat, “Ade Ayu Sasmita” meyakinkan kepada Tempo sebagai pemilik akun TrioMacan 2000. Dia menyalakan iPad-nya, lalu ia menuliskan sebaris cuit yang didiktekanTempo. Sedetik kemudian cuit itu tayang di timeline.
Bagja dan Pramono
+++++++++++++++++++++++++++
RABU, 23 MEI 2012 | 16:35 WIB
TrioMacan Klaim Cuitnya Info Intelijen
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta – Pemilik akun Twitter TrioMacan 2000 menyatakan memperoleh bahan untuk cuitannya dari pelbagai sumber. Sebagian besar, ia menyebutnya “sumber A1″. “Waktu aku tweet Gayus (Tambunan) ketipu di penjara, aku dengar dari sumbernya langsung,” kata dia kepada Tempo, Selasa, 22 Mei 2012.
Di media sosial Twitter, ada beberapa akun anonim yang sering dibicarakan orang. Salah satunya @TrioMacan2000. Kicauannya sering menyerempet isu-isu sensitif, termasuk skandal panas di pusat kekuasaan. Belum tentu semuanya benar, tetapi kicauannya beberapa kali mengundang komentar pejabat yang gerah. Siapa pemilik akun yang mencantumkan identitas sebagai “Ade Ayu Sasmita” ini? Untuk mengetahuinya, Tempo menemui dia. (baca:Siapa Pemilik Akun Twitter Triomacan2000? )
“Ade Ayu Sasmita” mengatakan kicauannya di Twitter sebagai “informasi intelijen, mentah, setengah masak, dan butuh konfirmasi.” Namun beberapa seri kicauannya sebenarnya seringkali mengutip berita yang sudah dimuat di media massa, termasuk Majalah Tempo.
Soal pilihannya menggunakan Twitter, Sang Macan mengatakan, “Efektivitas Twitter besar. Kalau Facebook, tak kuat. Pejabat tidak main Facebook.” Sang Macan mengatakan hanya memiliki satu akun, yang “Kadang juga tidak terurus.”
Dia menyebutkan, pada Pemilihan Presiden 2009, dia sempat mengelola 30 akun Facebook. Antara lain “Oposisi Jalanan”, “Suara Reformasi”, “Suara Guru”, “Suara Rakyat”. Semuanya untuk menghantam salah satu calon presiden. Ditanya alasannya menyerang calon itu, ia berkata sambil tertawa, “Karena dia tipu aku. Hahaha…”
Pengikutnya sering menyapa “Ade Ayu Sasmita” dengan “mbak”. Padahal ia sebenarnya seorang laki-laki berkulit cokelat, suka tertawa lepas, dan tak henti merokok Sampoerna A-Mild. Pertemuan Tempo dengan dia di sebuah hotel di Jakarta Utara ini adalah untuk kedua kalinya. Dan dalam dua kali ketemu, dia selalu sibuk menerima telepon guna membicarakan pelbagai proyek di sela obrolan. “Pekerjaan saya konsultan politik, hukum, dan bisnis,” katanya.
BAGJA dan PRAMONO

Suap Modus Birahi di Indonesia

Suap Modus Birahi di Indonesia

Jakarta – Gratifikasi seks sepertinya mendesak untuk diatur dalam UU. Ketua MK Mahfud menyatakan dia banyak menerima laporan mengenai gratifikasi seksual di kalangan pembuat kebijakan.

“Dan sekarang itu banyak orang membuat kebijakan diminta oleh perempuan nakal atau istri simpanan. Itu laporan ke saya banyak yang kayak begitu,” ujar Mahfud tanpa merinci pejabat yang dimaksud.

Pernyataan itu disampaikan Mahfud usai acara Rakernas Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) di Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jaksel, Minggu (13/1/2013). Acara tersebut dihadiri juga oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh dan Wakil Jaksa Agung Darmono.

Mahfud melanjutkan, suap modus birahi tersebut sudah marak sejak era Orde Baru. Hingga kini, Indonesia belum mempunyai landasan hukum untuk menindak pelaku gratifikasi seksual.

“Gratifikasi seksual itu kadangkala lebih dahsyat daripada gratifikasi uang,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, mantan pejabat di Singapura dijerat pidana lantaran menerima gratifikasi seks. Di Indonesia, gratifikasi seks tidak dikenal dalam UU. Mesk demikian, ide untuk meniru Singapura telah mengemuka.

“Di Singapura saja, pemberian pelayanan perempuan pemuas nafus itu bisa masuk gratifikasi. Menurut pendapat saya, di Indonesia juga bisa menerapkan itu,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnain pada Rabu (28/11/2012)..

“Kenikmatan seksual itu kan juga bisa dinilai dengan uang. Di Indonesia harus berani memasukkannya. Bukan sekadar uang atau barang saja yang bisa dikatakan sebagai gratifikasi,” ujarnya.

“Ini pendapat pribadi saya bukan atas nama lembaga. Tinggal penegak hukum lainnya, apakah berani juga memasukkannya sebagai gratifikasi,” jelasnya

Suap Modus Birahi di Indonesia

Kenapa Farhat Abbas Jual Kegantengan untuk Maju Pilpres?

Kenapa Farhat Abbas Jual Kegantengan untuk Maju Pilpres?
Foto: Akun twitter Farhat Jakarta – Setelah Rhoma Irama, bursa bakal calon presiden kini juga diisi Farhat Abbas. Pria yang berprofesi sebagai advokat ini rupanya serius untuk maju di Pemilu Presiden 2014.

Keseriusan Farhat maju sebagai capres mulai didengungkan melalui akun twitter miliknya @farhatabbaslaw sejak dua pekan lalu. Di jejaring media sosial ini Farhat mengumbar niatnya untuk menjadi presiden yang akan menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pada 7 Januari 2013, Farhat mengunggah foto pribadinya dengan tulisan ‘Photo farhat abbas Capres muda terganteng sepanjang sejarah pemilihan Presiden RI, dukung Farhat Abbas Pilpres Indonesia’.

“Iya saya yang bikin itu,” kata Farhat saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (13/1/2013).

Farhat mengakui dirinya sengaja ‘menjual’ ketampanan wajahnya agar makin dikenal masyarakat luas. “Biar orang ingat saya,” tutur dia. Dengan bangga Farhat menyebut banyak orang yang mengakui ketampanannya.

“Mereka ingat banyak yang bilang suami Nia Daniati ganteng. Di Jabar saya dipanggil kasep (ganteng) kok, yang bahaya itu ngaku ganteng padahal jelek,” ujar Farhat sambil tertawa di ujung telepon.

Tapi pria kelahiran Tembilahan, Riau, ini menegaskan ketampanan bukan jadi modal utamanya. “Saya ini lawyer yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana dari eksekusi mati, jadi bukan hanya modal ganteng saja,” ujarnya.

Untuk tahap awal Farhat akan menyosialisasikan dirinya melalui baliho yang akan ditempatkan di jalan-jalan protokol. “Nanti akan dipasang di daerah-daerah, Bandung, Jateng, Jatim. Tim daerah lagi dibentuk, nanti akan disiapkan semua,” kata Farhat yang mengusung slogan ‘Aku Indonesia’ dan ‘Majukan Seni Budaya Bangsa’.

Farhat Abbas Soal Baliho Capresnya: Ini Bukti Saya Tak Asal Ngomong

Farhat Abbas Soal Baliho Capresnya: Ini Bukti Saya Tak Asal Ngomong 
Jakarta – Tak lama setelah mengumumkan kesiapannya sebagai calon presiden pada Pemilu 2014, muncul baliho Farhat Abbas ‘Presiden RI’. Menurut Farhat, baliho ini bukti dirinya tidak asal melempar wacana.

“Baliho ini pertanda saya serius. Ini bukti, saya tidak asal ngomong dan melempar wacana,” kata Farhat dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (13/1/2013) pagi.

Mengenai baliho di Ciputat, Farhat mengatakan, iklan itu dipasang oleh timnya. Dia mengaku sudah memiliki tim yang menjadi bayang-bayang tim pemenangan capresnya kelak.

“Itu teman-teman tim yang ngurus. Sudah ada 250 orang anggota tim,” kata Farhat.

Selain di Ciputat, menurut Farhat, baliho juga dipasang di Mampang Jaksel dan di Jalan Mas Mansyur Jakarta Pusat. “Setelah itu kami juga menjajaki memasang di Bandung,” jelas Farhat.

Sebuah baliho besar bertuliskan ‘Farhat Abbas Capres Muda’ terpampang di Ciputat, Tangerang Selatan.

Pantauan detikcom, Sabtu (12/1/2013), baligo itu cukup besar berukuran sekitar 3×8 meter terpampang di Jalan Ir Haji Juanda, dari Lebak Bulus sekitar 100 meter sebelum pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

Baliho tersebut memajang foto Farhat Abbas yang mengenakan jas biru dengan latar belakang foto bendera merah putih. Sebuah tulisan berwarna putih cetak besar terlihat jelas “Presiden RI”, tanpa menuliskan tahun. Dan visi yang diusung, “Majukan Seni Budaya Bangsa”.

Tapi yang menarik adalah tulisan di bawah tulisan Presiden RI, yaitu ‘Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN’. Dan di bawahnya tertulis jelas nama Farhat Abbas Capres Muda (Aku) Indonesia.

Farhat Abbas Calon Presiden Indonesia

Farhat Abbas Calon Presiden Indonesia

Jakarta – Farhat Abbas mulai memasang baliho terkait pencapresannya. Seperti pada baliho pertamanya, pria yang berprofesi sebagai pengacara ini akan mengusung slogan ‘Aku Indonesia’ di setiap baliho-baliho lainnya nanti.

“Saya memang mengusung slogan ‘Aku Indonesia’ dan ‘Majukan Seni Budaya Bangsa’. Ini tema yang akan saya usung secara berkelanjutan sampai 2014,” kata Farhat dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (13/1/2013).

Farhat mengatakan, dia dan tim akan memasang baliho-baliho lain di Jakarta dan kota-kota lain. Selain itu, dia juga akan menjajaki dulu seperti apa respon masyarakat dengan baliho yang ada di tiga titik di Jakarta ini.

“Sekarang ada di Ciputat, Jl Mas Mansyur dan di Mampang. Kami sedang menjajaki Bandung. Kami akan melihat respon masyarakat seperti apa,” terang Farhat.

Sebuah baliho besar bertuliskan ‘Farhat Abbas Capres Muda’ terpampang di Ciputat, Tangerang Selatan. Pantauan detikcom, Sabtu (12/1/2013), baliho itu cukup besar berukuran sekitar 3×8 meter terpampang di Jalan Ir Haji Juanda, dari Lebak Bulus sekitar 100 meter sebelum pasar Ciputat, Tangerang Selatan.

Baliho tersebut memajang foto Farhat Abbas yang mengenakan jas biru dengan latar belakang foto bendera merah putih. Sebuah tulisan berwarna putih cetak besar terlihat jelas “Presiden RI”, tanpa menuliskan tahun. Dan visi yang diusung, “Majukan Seni Budaya Bangsa”. Di sisi paling atas, tertulis “Aku Indonesia”.

Tapi yang menarik adalah tulisan di bawah tulisan Presiden RI, yaitu ‘Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN’. Dan di bawahnya tertulis jelas nama Farhat Abbas Capres Muda (Aku) Indonesia.

Farhat Abbas Calon Presiden Indonesia

6 Percobaan Pembunuhan Yang Hampir Mengubah Dunia

Arsip Berita Sedunia tentang berita politik masa lalu yg hampir mengubah dunia dalam tag 6 percobaan pembunuhan politik tingkat tinggi yg hampir mengubah perjalanan dunia ini.


The Kaplan Incident
Target: Vladimir Lenin
Jika Sukses: NAZI bisa memenangkan Perang Dunia ke-II.
Cerita:
Fanny Kaplan (gambar di bawah) adalah seorang politisi revolusioner sewaktu Revolusi Bolshevik. Sayangnya, dia bukanlah seorang Bolshevik, tapi seorang Sosialis Revolusioner dan partainya ditutup Lenin beberapa lama kemudian. Akhirnya, Kaplan memutuskan untuk mencoba membunuh Lenin pada 30 Agustus 1918.

Lenin jelas terselamatkan dari aksi ini, dan Kaplan dipenjarakan beberapa waktu kemudian.

Jika sukses, Revolusi Bolshevik mungkin takkan pernah terjadi, dan para kaum White Russians akan mengambil tampuk pemerintahan secara demokratis. NAZI mungkin bisa saja melanjutkan kekuasaannya ke Timur, mengambil alih seluruh Russia 
Giuseppe Zangara
Target: Franklin Delano Roosevelt
Jika Sukses: Sebuah planet fasis
Cerita:
Pada Februari 1933, F.D. Roosevelt sedang mengadakan sebuah pidatonya karena ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang akan di-inaugurasi sebulan kemudian. Namun, seorang pembunuh bayaran yang pendek bernama Giuseppe Zangara tiba-tiba mencoba menembakkan pelurunya ke arah FDR.

Sayangnya, Zangara terlalu pendek untuk bisa melewati crowd di depannya, sehingga ia harus menggunakan sebuah kursi lipat untuk bisa melihat Roosevelt. Menembak dari atas sebuah kursi lipat bukanlah sebuah hal yang mudah, dan dia tidak berhasil. Crowd di sekelilingnya langsung menahannya dan pidato berakhir seketika.

Jika berhasil, sebuah efek domino yang dimulai atas diangkatnya Wakil Presiden Garner akan bermain, dan Amerika akan bermain isolasi. Sekutu akan kalah tanpa bantuannya, dan akhirnya, kekuatan lawan akan menjajah Amerika pada 1948.

Akhirnya, Hitler yang masih hidup dan tidak bunuh diri akan segera menguasai dunia dengan rezimnya
Kyujo Incident
Target: Kaisar Jepang Hirohito
Jika Sukses: Jepang menjadi sebuah daratan limbah nuklir (dan Indonesia akan mundur tanggal kemerdekaannya)
Cerita:
Pertengahan Agustus 1945. Perang Dunia II hampir berakhir, Jepang telah keluar dari Manchuria, dan Hiroshima dan Nagasaki baru saja dibom, dan Kaisar Hirohito sedang memikirkan surat pernyataan menyerahnya kepada Amerika.

Tapi tidak semuanya menginginkan damai. Sebuah organisasi yang terdiri atas Menteri Perang dan Imperial Guard Jepang tidak menginginkan damai. Mereka berencana untuk menghentikan pernyataan Hirohito tentang menyerah, dan mem-broadcast sebuah pernyataan baru bahwa Jepang akan terus berperang, dan rencana ini juga berisi tentang pembunuhan Hirohito.

Untungnya, beberapa petinggi Jepang mengetahui tentang rencana ini dan menyetopnya sebelum terlaksana.

Jika terjadi, Jepang akan jatuh di bawah Operation Downfall milik Amerika, yang isinya menjatuhkan tujuh bom nuklir di Jepang pada 1 November 1945
Pembunuhan Ratu Elizabeth I
Target: Ratu Elizabeth I
Jika Sukses: Amerika tidak akan pernah ada
Cerita:
Pada 1588, Inggris sama sekali tidak berdaya. Yang menguasai tampuk Eropa adalah Spanyol. Tapi Raja Philip dari Spanyol menginginkan lebih, yaitu anaknya menjadi Raja Inggris dan Katolik disebar di pulau itu. Yang berarti dia harus membunuh Ratu Elizabeth I.

Jadi, Spanyol mengirimkan armadanya ke Inggris untuk membunuh sang Ratu dan mengambil kerajaannya. Sayangnya, perencanaan yang kurang baik dan cuaca yang buruk menghabiskan armadanya di tengah laut, sebelum berhasil menyentuh daratan Inggris.

Jika mereka sukses, tidak akan ada Kristen Protestan, karena selama itu Inggris-lah pusatnya. Pembiayaan untuk negara koloni Dunia Baru akan terhenti, tidak akan ada UK, dan, tanpa UK, tidak akan ada Revolusi Amerika
The Gunpowder Plot
Target: Raja James I dan Parlemen Inggris
Jika Sukses: Amerika tidak akan pernah ada
Cerita:
Pada 5 November 1605 beberapa anggota Parlemen Inggris mencoba mengangkat toleransi beragama dengan membunuh Raja James I dan mengobrak-abrik Parlemen. Rencananya amat simpel: bawa beberapa drum mesiu ke parlemen, nyalakan, dan lari.

Jika ini berhasil, sebuah clash agama justru akan terjadi di Inggris. Para teroris itu, mereka Katolik, dan anak Raja James I, Pangeran Charles, adalah seorang yang toleran terhadap Katolik dan banyak membantu mereka. Bayangkan apa yang akan terjadi apabila para Katolik itu membunuh ayahnya sendiri.

Raja Charles akan kemudian menjadikan Inggris negara absolut monarki beragama Protestan, dan tidak akan ada operasi Mayflower yang menyebabkan terjadinya Mayflower Compact, akar dari koloni Inggris di Amerika
The Tory Conspiracy
Target: George Washington
Jika Sukses: Amerika tidak akan pernah ada
Cerita:
Pada 21 Juni 1776, beberapa warga Amerika yang pro-Inggris, atau Tories, berencana membunuh G. Washington dan membangun sebuah tentara Inggris untuk mengambil Amerika. Di dalam konspirasi itu termasuk para bodyguard Washington dan mantan gubernur NYC.

Sayangnya, konspirasi ini gagal karena seorang bernama Thomas Hickey ditemukan melawan negara.

Akhirnya, Hickey digantung dan perang Revolusi dimenangkan Amerika pada Desember 1776. Karisma Washington meneruskan pemerintahan. Tanpa Washington yang berhasil menemukan pengkhianatan ini dan Monsieur Louis dari Perancis, Inggris tentu saja akan mengambil alih Amerika

sumber: kaskus.us

2 Presiden INDONESIA yang terlupakan

Arsip Berita Sedunia bicara politik dalam negeri namun bukan bicara politik yg berat-berat, mungkin masih banyak dari kalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno, 


Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 



Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan presiden. Lho, kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?

Dua tokoh yang terlewat itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja. Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal agresi militer kedua, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).

Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.

Mr. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”.

Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara”.

Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI “diproklamasikan” . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.

Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain.
Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.

Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.

Dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8. Urutan Presiden RI adalah sebagai berikut: Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

sumber: http://timetotalks.blogspot.com/2010/02/2-presiden-indonesia-yang-belum-anda.html

Banyak PNS Muda dan Istri Bersekongkol Korupsi

 
Agus Santoso (Foto: dok detikcom)
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) muda berusia 28 tahun yang terindikasi korupsi. Modusnya unik, bersama sang isteri anak muda ini secara aktif mencoba menyamarkan dan menyembunyikan harta yang didapat secara haram.

Demikian diungkapkan oleh Wakil Ketua PPATK Agus Santoso ketika ditemui detikFinance usai Seminar Nasional PPATK di Hotel Mercure, Gajah Mada, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

“Sebulan saya menjabat Wakil Ketua PPATK setelah dilantik Presiden, saya sangat prihatin dengan adanya anak-anak muda usia 28 sampai 38 tahun yang terindikasi korupsi,” kata Agus.

“Anak-anak muda ini bersama isteri-isterinya secara aktif mencoba menyamarkan dan menyembunyikan harta yang didapat secara haram tersebut,” imbuh mantan Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia ini.

Dijelaskan Agus, modus yang diindikasikan korupsi ini dilakukan melalui beberapa cara. Diantaranya, mengalirkan dana yang diindikasikan dari penyelenggaraan negara berupa proyek fiktif, gratikasi hingga suap kepada keluarganya.

“Dana PNS hasil proyek atau sengaja dibuat fiktif dan gratifikasi serta suap bahkan perjalanan dinas ini modusnya dengan mengalirkan dana haram ke isterinya, ibunya, ibu mertuanya dan anak-anak balitanya, maka dengan UU TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) mereka akan dijerat semua,” papar Agus.

Selain itu terdapat dana perusahaan atau negara yang dikorupsi dan ‘dicuci’ dengan membeli premi baru di asuransi. “Dengan top up premi tunggal polis asuransi jiwa per anak misalkan Rp 2 miliar maka dia bisa meraup bunga ratusan juta,” tuturnya.

“Bayi dan balita anak mereka dijadikan sarana pencucian uang. Bila UU Korupsi hanya menjerat si pelaku, maka UU TPPU menjerat semua yang kecipratan aliran dana,” imbuhnya.

Lebih jauh Agus mengatakan, seluruh indikasi tersebut telah dilaporkan PPATK kepada pihak yang berwenang. Selain itu, Agus mengusulkan melalui PPATK kepada Wakil Presiden supaya sebisa mungkin pengisian jabatan eselon satu mendapat clearence ppatk dalam proses penilaian Tim Penilai Akhir (TPA).

“Supaya negeri ini dipimpin oleh pejabat yang bersih dari indikasi korupsi,” pungkasnya.

70 Tentara AS Disebut Bekerja di PT Freeport

Anggota Komisi VII DPR Ali Kastela memaparkan hasil kunjungan kerjanya saat meninjau PT Freeport, Timika, Papua. Dari kunker tersebut, Ali mendapati bahwa ada sekitar 70 tentara Amerika Serikat (AS) yang bekerja di PT Freeport.

“Saat kunker, ada 70 militer Amerika yang masih aktif, yang kerja di Freeport,” ujar Ali saat rapat tim monitoring Papua dan Papua Barat dengan pemerintah di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (25/11/2011).

Tidak hanya itu, dalam kunjungan tersebut Ali juga menemukan bahwa TNI dan Polri berbeda kelas dalam mengamankan Freeport.

“Juga dilihat, sekarang polisi di ring satu, tentara di ring 2. Bisa-bisa polisi ditembak tentara,” terang anggota Komisi VII DPR ini.

Anggota fraksi Hanura ini juga menyayangkan adanya pemberian uang dari PT Freeport kepada anggota Polri. Menurutnya hal itu bisa mengakibatkan kecemburuan bagi rakyat Papua.

“Juga ada kecemburuan bahwa polisi dapat uang negara, masih dapat uang dana keamanan dari Freeport, kok orang Papua malah nggak dapat. 10 Tahun lalu Papua di atas Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Maluku, tapi sekarang sudah paling bawah,” imbuhnya.

Pernikahan Politik


foto: detikcom
Jakarta 



 Pagi ini Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)dan Siti Ruby Aliya Rajasa (Aliya) melangsungkan akad nikah di Istana Cipanas, Cianjur. Di istana yang berada di Cianjur tersebut pada empat tahun lalu, Ibas-Aliya untuk pertamakalinya berkenalan dan melanjutkan hubungannya sebagai sepasang kekasih jarak jauh.

“Mereka pertama kenal kira-kira 4 tahun lalu di Istana Cipanas ketika ada acara sosial. Makanya Istana Cipanas ‘sesuatu banget’ untuk mereka,” ungkap Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, melalui telepon, Rabu (23/11/2011).

Bima yang mengenal dekat Ibas sejak 2008 dan sudah seperti kakak dengan Aliya, mengaku tahu benar kisah asmara pasangan tersebut. Tidak berbeda dengan pasangan lainnya, perjalanan Ibas-Aliya menuju gerbang pernikahan juga berliku terutama ketika Aliya menempuh pendidikan bidang industri fashion di London, Inggris.

“Saling kangen, tapi susah ketemu karena pacaran jarak jauh waktu Aliya di London. Di Jakarta, kalau nonton film biasanya di EX atau Grand Indonesia,” paparnya.

Bila kemudian masa pacaran selama empat tahun itu tidak terendus media massa, hal tersebut lebih karena kehati-hatian Ibas-Aliya dalam menjaga nama baik keluarga besar masing-masing. Maka tidak berdasar bila kemudian ada yang menuding pernikahan mereka ada unsur pemaksaan dan mempunyai target-target politik tertentu untuk 2014 atau selanjutnya.

“Saya tahu benar Bang Hatta (Hatta Rajasa, ayah Aliya) adalah orang tua yang memberi kebebasan anak-anaknya untuk memilih yang terbaik. Ibas dan Aliya juga anak muda jaman sekarang yang tidak semudah itu dijodoh-jodohkan. Nggak logis ada spekulasi pernikahan ini bermotif politik,” jelas Bima.

“Ini hari bahagia bagi keluarga. Mari doakan kelancaran pernikahan mereka,” sambungnya.