Arsip Kategori: teknologi

7 Pesawat Buatan Indonesia

Arsip Berita Sedunia menuliskan berita tentang teknologi dirgantara, Di bidang penguasaan teknologi pesawat terbang, Indonesia telah terkenal sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memproduksi dan mengembangkan pesawat sendiri. Walaupun di bidang pemasaran produksi pesawatnya sendiri harus kita akui kita masih kalah bila dibandingkan dengan Brazil, yang mengembangkan EMBRAER dan memasarkannya ke seluruh dunia.

Akan tetapi, beberapa tahun belakangan ini, beberapa negara mulai mengalihkan perhatiannya ke pesawat buatan Indonesia, sebut saja Malaysia, Pakistan, UAE, Philipina, dan Korea Utara, serta beberapa negara lainnya. CN-235 tampaknya akan mendapatkan pangsa pasar yang lebih luas di beberapa tahun kedepan setelah lebih banyak negara yang sadar akan kehandalannya. Malaysia sendiri berencana memesan 4 pesawat tambahan untuk menambah jumlah pesawat CN-235 yang sudah mereka miliki.

Apalagi dengan kejadian jatuhnya pesawat MA-60 milik PT Merpati Nusantara Airlines buatan Xi’an Aircraft International Company semakin menuai opini : ” Kenapa kita tidak menggunakan pesawat produksi dalam negeri saja ? “. Padahal banyak laporan yang melansir bahwa harga pesawat China malahan terlalu mahal dibanding produksi dalam negeri, apalagi ditambah kualitas barang yang patut dipertanyakan, bahkan ada isu yang berkembang bahwa pembelian pesawat China tersebut dibumbui unsur KKN (perlu dicheck ulang kontraknya ?, itu pun perkataan banyak media massa).

Nah, sebetulnya untuk kelas pesawat yang sama, PT. DI sendiri juga telah memiliki jenis pesawat CN 235 yang kompetitif, sudah teruji kehandalannya dan terpakai oleh beberapa negara dunia, termasuk diantaranya Amerika. Apalagi dengan bebagai prototipe yang lain yang dahulu maupun yang akan datang telah dikembangkan. Terlepas dari unsur politik dan kebijakan, perlu kita ketahui pesawat-pesawat buatan Indonesia yang saat ini tengah dipasarkan dan dikembangkan karena masih berupa prototype yang sudah lulus uji aerodinamika.

1. Pesawat N-2130

N-2130 adalah tipe pesawat jet yang hendak dikembangkan PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada masa jaya perusahaan tersebut di pertengahan 1990-an. Pengembangan pesawat jet komuter dengan jumlah penumpang antara 80–130 orang itu mungkin terinspirasi pesawat yang dikembangkan perusahaan pesawat terbang Brasil,Embraer. Bedanya, Embraer sekarang ini menghasilkan pesawat Embraer Regional Jet (ERJ) yang banyak digunakan perusahaan penerbangan Amerika Serikat (AS), terutama untuk shuttle flight pada jalur-jalur padat Boston, New York, Washington DC, dan Miami.

Adapun N-2130 ternyata hanya menjadi mimpi karena terkubur krisis moneter 1998. Sebagai rentetan krisis tersebut, pemerintah harus menghentikan bantuan kepada IPTN sebagai bagian kesepakatan dengan Dana Moneter Internasional (IMF). Hari ini, lebih dari 10 tahun sejak krisis moneter, kita berada pada posisi yang jauh lebih baik dan siap untuk menghidupkan kembali proyek tersebut.

Ada beberapa alasan kuat untuk itu. Pertama, Indonesia sudah berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang patut diperhitungkan. Dalam krisis global baru-baru ini, Indonesia berhasil untuk tetap menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang moderat bersama China dan India. Perkembangan tersebut membuat Indonesia masuk dalam radar perekonomian global.

Ini berarti apa yang diproduksi Indonesia mulai diperhitungkan perusahaan penerbangan di luar negeri. Kedua, perkembangan tersebut juga memperkuat daya beli rakyat dan dunia usaha Indonesia. Jika 12 tahun lalu hanya Garuda dan Merpati yang menjadi perusahaan penerbangan nasional, sekarang banyak perusahaan penerbangan yang mampu membeli pesawat dalam jumlah besar.

Perkembangan traffic dan jumlah penumpang pesawat terbang melonjak sehingga sangat layak jika industri pembuat pesawat terbang akan kecipratan berkah di tahun-tahun mendatang, menurut perkiraan Compliance Services Indonesia. Ketiga, dalam keadaan terjepit pun PT IPTN, yang kini bermetamorfosis menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), mampu memasarkan produk ke pelanggan di luar negeri. Korea Selatan sudah membeli beberapa pesawat CN 235, termasuk empat di antaranya yang merupakan pesanan Departemen Pertahanan Korea Selatan untuk patroli maritim.

Demikian juga dengan Malaysia, Thailand,Pakistan,dan Turki. Korea Selatan, Malaysia, dan Pakistan bahkan telah membeli pesawat jenis CN 235 untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Keempat, PT DI pada 2009 mulai berhasil mencetak laba. Perolehan pendapatan tersebut diperkirakan semakin besar pada 2010 dengan adanya pesanan 10 helikopter untuk Angkatan Udara dan Basarnas serta pesanan tiga pesawat CN 235–200 MPA untuk menggantikan pesawat Nomad Angkatan Laut Indonesia.

Ini membuktikan restrukturisasi perusahaan tersebut mulai berhasil dalam meningkatkan efisiensi. Kelima, Indonesia sudah lulus dari program IMF. Ini berarti Indonesia memiliki kebebasan penuh untuk mengembangkan kembali cita-cita. Saya yang pernah bekerja di IMF selama lima tahun sangat memahami bahwa tidak ada dari lembaga internasional tersebut yang dapat mencegah kita melakukan hal tersebut.

Keenam, kemampuan keuangan pemerintah.Keuangan pemerintah sekarang sangat kuat. Kecilnya defisit APBN maupun rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) merupakan ukuran internasional yang menunjukkan kekuatan kita. (Tulisan saya pekan lalu,“Utang Pemerintah dalam Perekonomian Global”, menjelaskan hal tersebut). Sekarang ini pemerintah memiliki uang tunai yang jumlahnya sekitar Rp200 triliun. Uang tersebut setiap kali justru semakin bertambah dan bukannya berkurang.

Untuk pengembangan N–2130, pemerintah perlu memastikan keekonomiannya dan sangat mungkin memberikan bantuan. Terlebih lagi jika PT DI mampu menunjukkan laba kembali dalam dua tahun ke depan, bukan hanya perbankan yang akan berebut untuk memberikan pembiayaan, pasar modal pun akan terbuka lebar untuk menerima penawaran saham perdana (IPO) PT DI. Ketujuh, alasan idealisme.

Begitu banyak tenaga ahli penerbangan Indonesia eks IPTN yang sekarang ini berdiaspora di luar negeri. Mereka mampu mengembangkan keahliannya dan diakui oleh raksasa industri penerbangan di Amerika, Eropa maupun negara-negara lain, sedangkan kesempatan untuk mengembangkan industri di Tanah Air sebetulnya juga terbuka lebar. Berdasarkan hal-hal tersebut, yang daftarnya juga bisa diperpanjang, merupakan suatu kesia-siaan membiarkan PT DI berjuang sendiri.

Sebagai perusahaan, dengan keuntungan yang dihasilkan saat ini,mereka jelas akan mampu berkembang. Namun kecepatan pertumbuhan mereka akan sangat rendah tanpa ada keberpihakan pemerintah. Pemerintah dapat mulai membantu PT DI dengan menghidupkan kembali pesawat N250 yang sudah menghasilkan prototipe, bahkan sudah pula hadir dalamAir Show di Eropa sebelum krisis moneter 1998.

Pesawat yang sekelas dengan ATR 42 dan salah satu varian dari Embraer tersebut memiliki potensi yang sangat besar bagi penggunaannya di Indonesia yang memiliki banyak bandara berlandasan pendek. Seiring pengembangan N250, riset dan pengembangan produk pesawat N-2130 mulai dapat diintensifkan.

Dengan kerangka waktu lebih tertata, kita bisa mengharapkan bahwa dalam tiga-empat tahun ke depan, kita sudah memiliki gambaran untuk melihat prospek yang lebih jelas bagi pesawat tersebut. Visi 2025 pemerintah jelas, yaitu menginginkan Indonesia menjadi negara maju di tahun tersebut. Let’s just do it. Marilah kita mengisi visi tersebut dengan segenap kemampuan kita. Jika Brasil bisa, kenapa kita tidak?

2. Pesawat N-250

Prototipe pesawat N250 sendiri pernah terbang menuju Le Bourget Perancis untuk mengikuti Paris Air Show. Penampilan perdana pesawat N250 tersebut menggetarkan lawan-lawannya, karena merupakan pesawat yang menggunakan teknologi fly by wire yang pertama dikelasnya. Pada saat tersebut (dan juga sekarang) pesawat sekelas adalah ATR 42 yang merupakan produksi pabrik pesawat Prancis ATR, Fokker F50, produksi pabrik pesawat Fokker Belanda dan Dash 8, produksi pabrik pesawat De Havilland (sekarang Bombardier) dari Kanada.

Pesawat N250 murni merupakan rancang bangun anak bangsa. Setelah melewati fase-fase yang panjang sejak didirikannya tahun 1976, PTDI awalnya membuat pesawat dan helikopter dengan lisensi dari perusahaan pesawat lainnya. Pesawat C212 merupakan pesawat lisensi dari Casa Spanyol yang juga di buat di PTDI, kemudian pengembangan dari pesawat tersebut adalah NC212. Tahapan berikutnya adalah memproduksi pesawat komersial yang lebih besar yang rancang bangunnya kerjasama dengan Casa Spanyol yaitu pesawat CN-235 (bermesin 2 dan berpenumpang 35). Pesawat CN235 diberi nama Tetuko, tokoh dalam pewayangan.

N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN atau PT. DI sekarang. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Pesawat ini diberi nama gatotkoco (Gatotkaca).

Dan tahapan berikutnya adalah pesawat terbang N250 Gatot Koco yang murni merupakan rancang bangun dari PTDI. Pesawat N250 dirancang mempunyai kapasitas penumpang 50 orang. Kapasitas penumpang berkisar 50 memang diprediksi akan menguasai pangsa pasar pesawat komersial. Diprediksi waktu itu, kebutuhan pasar atas pesawat komersial antara 2000 – 2020 sekitar 8000 pesawat, dan diperkirakan 45% adalah pesawat sekelas N250.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

3. Pesawat CN-235

CN-235 adalah pesawat angkut jarak sedang dengan dua mesin turbo-prop. Pesawat ini dikembangkan bersama antara CASA di Spanyol and IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia) sebagai pesawat terbang regional dan angkut militer. Versi militer CN-235 termasuk patroli maritim, surveillance dan angkut pasukan. CN-235 adalah sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat CN-235, saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.

Desain & Pengembangan
CN-235 diluncurkan sebagai kerja sama antara CASA dan IPTN. Kedua perusahaan ini membentuk perusahaan Airtech company untuk menjalankan program pembuatan CN-235. Desain dan produksi dibagi rata antara kedua perusahaan. Kerja sama hanya dilakukan pada versi 10 dan 100/110. Versi-versi berikutnya dikembangankan secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.

Desain awal CN-235 dimulai pada Januari 1980, purnarupa pesawat terbang perdana pada 11 November 1983. Sertifikasi Spanyol dan Indonesia didapat pada tanggal 20 Juni 1986. Pesawat produksi terbang pertama pada 19 August 1986. FAA type approval didapat pada tanggal 3 Desemebr 1986 sebelum akhirnya terbang pertama untuk pembeli pesawat pada tanggal 1 Maret 1988. Pada tahun 1995, CASA meluncurkan CN-235 yang diperpanjang, yaitu C-295

Versi militernya digunakan dibanyak negara. Ternyata, versi militer CN 235 banyak diminati dan diekspor ke negara lain, yaitu :

Afrika Selatan: Angkatan Udara Afrika Selatan (1)
Amerika Serikat: Penjaga Pantai Amerika Serikat (8 HC-144)
Arab Emirat: Angkatan Laut Persatuan Emirat Arab
Arab Saudi: Angkatan Udara Arab Saudi
Botswana: Angkatan Udara Botswana
Brunei: Angkatan Udara Brunei (1)
Chile: Angkatan Darat Chile (4 CN-235-100) satu jatuh di Antartika
Ekuador: Angkatan Udara Ekuador
Gabon: Angkatan Udara Gabon
Indonesia: Angkatan Udara Indonesia (mengoperasikan CN235-100M, CN235-220M, CN235MPA)
Irlandia: Korp Udara Irlandia (2 CN235MP)
Kolumbia: Angkatan Udara Kolumbia
Korea Selatan: Angkatan Udara Korea Selatan (20)
Malaysia: Angkatan Udara Malaysia (8 CN235-220)
Maroko: Angkatan Udara Maroko (7)
Pakistan: Angkatan Udara Pakistan (4 CN235-220)
Panama: Angkatan Udara Panama
Papua New Guinea: Angkatan Udara Papua New Guinea
Perancis: Angkatan Udara Perancis (19 CN235-100, 18 ditingkatkan menjadi CN235-200).
Spanyol: Angkatan Udara Spanyol (20)
Turki: Angkatan Udara Turki (50 CN235-100M); Angkatan Laut Turki (6 CN-235 ASW/ASuW MPA); Penjaga Pantai Turki (3 CN-235 MPA)
Yordania: Angkatan Udara Yordania (2)

Disegani ?
Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama tahu kehebatan para insinyur Indonesia. Buktinya? Mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN 235 MPA (Maritime Patrol Aircraft) atau versi Militer.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak dan hanya jadi mainannya BJ Habibie lalu mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati.

Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 MPA terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya di dunia. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 MPA ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

4. Pesawat N-219

N-219 adalah pesawat generasi baru, yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan multi sejati multi misi dan tujuan di daerah-daerah terpencil. N-219 menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih dengan mencoba dan terbukti semua logam konstruksi pesawat terbang. N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel efisiensi sistem yang akan digunakan dalam misi multi transportasi penumpang dan kargo. N-219 akan melakukan uji terbang di laboratorium uji terowongan angin pada bulan Maret 2010 nanti. Pesawat N219 baru akan bisa diserahkan kepada kostumer pertamanya untuk diterbangkan sekira tiga tahun atau empat tahun lagi. N-219 merupakan pengembangan dari NC-212.

Spesifikasi :
Multi Purpose, dapat dikonfigurasi ulang
19 Penumpang, tiga sejajar
Campuran kargo penumpang
Kinerja STOL
Biaya operasional rendah

Saat ini, penerbangan perintis di beberapa wilayah Nusantara seperti Papua masih menggunakan pesawat-pesawat produksi lama, seperti Twin Otter. Beberapa unit yang ada telah tidak layak pakai sehingga diperlukan pesawat yang lebih modern.

Karenanya, sejak tahun 2006, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) mengembangkan pesawat N219 berkapasitas 19 orang untuk menggantikan peran pesawat perintis yang ada sekarang. Saat ini, uji aerodinamika pesawat tersebut telah dituntaskan.

Agar tidak mengalami kegagalan seperti pesawat CN 250, pihak PT DI akan memproduksi pesawat berdasarkan order. “Kedepannya akan buat 25 unit dulu dan mengupayakan seluruhnya terjual dahulu.

Pembuatan sejumlah unit memerlukan dana sekitar Rp 1 triliun. Jumlah ini menurut Andi cukup minim untuk membuat pesawat. Ia menargetkan, sejumlah pesawat akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Andi juga mengatakan, spesifikasi pesawat N219 dirancang sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Pesawat ini mampu mendarat di landasan yang pendek sehingga bisa diaplikasikan di wilayah terpencil dengan lahan terbatas.

“Pesawat ini juga dirancang bisa membawa bahan bakar tambahan. Kita menyadari bahwa tidak setiap daerah memiliki tempat pengisian bahan bakar,” hal ini merupakan kelebihan pesawat N219.

Pengembangan pesawat ini didasarkan pada karakteristik geografis Indonesia. “Kondisi geografis kita berbeda dengan negara lain yang harus punya solusi sendiri”.

Pengembangan pesawat kecil ini diharapkan mampu menjangkau wilayah terpencil sangat pas. “Banyak wilayah Indonesia yang tak mudah dijangkau dengan transportasi darat. Pesawat perintis bisa menjadi solusi “.

Pesawat N219 memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke daerah-daerah seperti Sumatera dan Papua. Pesawat ini juga ditargetkan bisa dipasarkan ke negara lain yang masih membutuhkan, misalnya negara-negara di Afrika.

5. Pesawat NC-212

NC-212 Aviocar adalah sebuah pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung. PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.

Pesawat Casa NC 212-200 yang digunakan dalam operasional hujan buatan dilengkapi dengan Weather Radar (Radar Cuaca) dan Global Positioning System (GPS). Radar Cuaca diperlukan untuk mengidentifikasi sifat internal dan dinamika awan yang akan disemai, sehingga sangat membantu untuk menentukan awan mana yang akan dijadikan sebagai sasaran penyemaian sekaligus sebagai panduan safety penerbangan untuk pesawat menghindari zona berbahaya di sekitar awan. GPS diperlukan untuk merekam dan mencatat posisi dan track pesawat, sehingga memberi penjelasan tempat dilakukannya eksekusi penyemaian awan.

6. Pesawat Tempur T-50 Golden Eagle

Anda pasti berfikir, dengan semua kapasitas dan teknologi yang dimiliki Indonesia, kenapa sampai sekarang Indonesia belum membuat Jet tempur ?

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akhirnya siap berkerja sama dengan Korea Selatan mengerjakan proyek pengembangan model pesawat tempur senilai US$8 miliar yang ditawarkan pemerintah negara tersebut kepada Indonesia.

Kalau memproduksi sendiri (pesawat tempur) belum bisa, tetapi kalau bergabung dengan Korea Selatan bisa terlaksana. PT DI memiliki pengalaman dalam bidang kualifikasi dan sertifikasi dalam memproduksi pesawat-pesawat yang berkecepatan rendah seperti CN-235. Sementara itu, Korea Selatan berpengalaman dalam memproduksi pesawat berkecepatan tinggi atau melebihi kecepatan suara (1 mach) T-50 Golden Eagle.

T-50 Golden Eagle adalah pesawat latih supersonik buatan Amerika-Korea. Dikembangkan oleh Korean Aerospace Industries dengan bantuan Lockheed Martin. Program ini juga melahirkan A-50, atau T-50 LIFT, sebagai varian serang ringan.

Walaupun militer Amerika Serikat tidak ada rencana untuk membeli pesawat ini, tapi penamaan militer amerika secara resmi diminta untuk pesawat ini guna menghindari konflik penamaan dikemudian hari.

Program T/A-50 dimaksudkan sebagai pengganti dari berbagai pesawat latih dan serang ringan. Ini termasuk T-38 dan F-5B untuk pelatihan dan Cessna A-37BClose Air Support; yang dioperasikan AU Republik Korea. Program ini pada awalnya dimaksudkan untuk mengembangkan pesawat latih secara mandiri yang mampu mencapai kecepatan supersonik untuk melatih dan mempersiapkan pilot bagi pesawat KF-16 (F-16 versi Korea). T-50 mmembuat Korea Selatan menjadi negara ke-12 yang mampu memproduksi sebuah pesawat tempur jet yang utuh. Beberapa produk korea lainnya adalah KT-1 produk Samsung Aerospace (sekarang bagian dari KAI), dan produk lisensi KF-16. Sebagian besar sistem utama dan teknologinya disediakan oleh Lockheed Martin, secara umum bisa disebut T/A-50 mempunyai konfigurasi yang mirip dengan KF-16.

Pengembangan pasawat ini 13% dibiayai oleh Lockheed Martin, 17% oleh Korea Aerospace Industries, dan 70% oleh pemerintah Korea Selatan. KAI dan Lockheed Martin saat ini melakukan program kerjasama untuk memasarkan T-50 untuk pasar internasional.

Program induknya, dengan nama kode KTX-2, dimulai pada 1992, tapi Departemen Keuangan dan Ekonomi menunda program KTX-2 pada 1995 karena alasan finansial. With the initial design of the aircraft, in 1999. It was renamed T-50 Golden Eagle in February 2000, with the final assembly of the first T-50 taking place between 15 January, 2001. Penerbangan pertama T-50 terjadi pada Agustus 2002, dan pengujian tugas operasional pertama mulai Juli 28 sampai 14 Agustus, 2003. Angkatan Udara Korsel menandatangani kontrak produksi untuk 25 T-50 pada Desember 2003, dan pengiriman dijadwalkan pada 2005 sampai 2009.

Varian lain dari T-50 Golden Eagle termasuk pesawat serang ringan A-50, dan pesawat yang lebih canggih FA-50. The A-50 variant is an armed version of the T-50 as a stable platform for both free-fall and precision-guided weapons. FA-50 is an A-50 modified with an AESA radar and a tactical datalink which are not yet specified. As part of the A-37 retirement-out program to be completed by 2015, sixty A-50’s will be in service for the South Korean air force by 2011.

7. Pesawat Tempur KFX
(Korea Fighter Experimental)

Pesawat jet tempur KFX sendiri sebetulnya merupakan proyek lama Republic of Korea Air Force (ROKAF) yang baru bisa terlaksana sekarang. Proyek ini digagas presiden Korea Kim Dae Jung pada bulan Maret 2001 untuk menggantikan pesawat-pesawat yang lebih tua seperti F-4D/E Phantom II dan F-5E/F Tiger. Dibandingkan F-16, KFX diproyeksi untuk memiliki radius serang lebih tinggi 50 persen, sistim avionic yang lebih baik serta kemampuan anti radar (stealth).

Pemerintah Korea akan menanggung 60 persen biaya pengembangan pesawat, sejumlah industri dirgantara negara itu di antaranya Korean Aerospace Industry menanggung 20 persennya .pemerintah Indonesia 20 persen dan akan memperoleh 50 pesawat yang mempunyai kemampuan tempur melebih F-16 ini dan 100 pesawat untuk korea. Total biaya pengembangan selama 10 tahun untuk membuat prototype pesawat itu diperkirakan menghabiskan dana 6 miliar US Dollar.Pemerintah Indonesia akan menyiapkan dana US$1,2 miliar.

penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia-Korsel itu sudah dilakukan pada 15 Juli 2010 yang lalu di Seoul-Korea Selatan. Diharapkan pada tahun 2020 Sudah Ada Regenerasi Pesawat Tempur untuk kedua pihak

Spesifikasi KFX sebagai berikut :

Crew : 1
Thrust : about 52,000lbs (F414 class x 2)
Max Speed : about Mach 1.8

Armament :
M61 Vulcan
AIM-9X class short-range AAM(AIM-9X class) (indigenous, under development)
AIM-120 class beyond visual range AAM (not specified yet)
500lbs SDB class guided bomb|KGGB (indigenous)
JCM class guided short range AGM (indigenous, under development)
SSM-760K Haeseong ASM (indigenous)
Boramae ALCM (indigenous, under development), or Taurus class ALCM
Supersonic ALCM (based on Yakhont technology) (indigenous, under development)

Mengapa PT DI tidak membuat sendiri ?
Membuat pesawat tempur jauh lebih kompleks daripada membuat pesawat penumpang karena ada tambahan sistem dalam sebuah pesawat tempur yaitu sistem kontrol senjata pada sistem avioniknya, disamping sistem mesin pendorong, sistem radar, dan struktur pesawat yang harus dirancang lebih kuat namun tetap lincah bermanuver di udara.

Pesawat tempur KFX ini dirancang untuk masuk dalam kelompok pesawat tempur generasi 4,5 yang berarti harus mempunyai 6 kemampuan yaitu :

  • Kemampuan pesawat tempur untuk melakukan manuver ekstrim agar mendapat posisi serang paling menguntungkan (Air Combat Manuverability).
  • Pesawat tempur harus bisa terbang lincah sehingga harus menggunakan teknologi fly by wire untuk kontrol penerbangannya.
  • Penggunaan teknologi trust vectoring nozzles yang mampu mengubah-ubah arah semburan gas buang mesin jet agar pesawat tempur mempunyai kemampuan terbang dalam kecepatan rendah dan mampu melakukan belokan tajam.
  • Kemampuan untuk terbang jelajah pada kecepatan supersonik dalam waktu yang lama.
  • Radar pesawat tempur berkemampuan menjejak target diluar batas cakrawala atau beyond visual range
  • Kemampuan menyerap dan membiaskan pancaran radar atau teknologi stealth

Jadi bisa dibayangkan seandainya PT. Dirgantara Indonesia dilibatkan dalam pembuatan pesawat tempur ini maka akan ada penguasaan teknologi kedirgantaraan baru paling tidak untuk pembuatan 50 pesawat tempur KFX yang akan dibeli Pemerintah Indonesia nantinya dari keikutsertaannya membiayai proyek ini. Penguasaan teknologi baru di bidang pembuatan pesawat tempur generasi 4,5 ini dapat menjadi modal dasar bagi PT. Dirgantara Indonesia untuk membuat pesawat tempur sendiri kelak dikemudian hari.

Jadi untuk teknologi PT DI memang belum mampu untuk membuat secara mandiri. Selain ini butuh modal besar untuk melakukan riset sendiri namun jika besama korea maka teknologi kita akan dapatkan dengan sendirinya dan kelak dapat dikembangkan lagi untuk membuat pesawat tempur ciptaan sendiri.

Penutup : Artikel ini hanya sekedar sebuah berita. Perihal integritas, klarifikasi pro kontra dan permasalahan dalam internal PT. DI itu sendiri adalah sebuah wacana yang berbeda.


Lenovo K800 : Smartphone Prosesor Intel Pertama

Jalinan kerjasama antara Intel dan Lenovo kali ini membuahkan hasil berupa smartphone pertama yang menggunakan chip prosesor intel. Sistem operasi menggunakan android khusus yang dirubah agar kinerja chip prosesor dapat bekerja secara maksimal.

Seperti yang kita tahu, bahwa intel merupakan penyedia prosesor khusus untuk komputer dan laptop. Namun, akhirnya terjun juga dalam persaingan prosesor untuk produk mobile. Tidak hanya ponsel, Intel jug akan memproduksi prosesor untuk tablet.

Prosesor pada Lenovo seri K800 mempunyai kecepatan sebesar 1,6Ghz dengan seri Atom Z2460 atau dijuluki medfield didukung dengan teknologi intel hyper treading.

K800 sendiri mengusung spesifikasi layar 4,5 inci 1280×720 piksel dan kamera 8MP dengan kemampuan ISO hingga 3200. Untuk konektivitas, K800 didukung dengan bluetooth, Wi-Fi, dan jaringan 4G Long Term Evolution (LTE).

Kabarnya Lenovo K800 akan dipasarkan pertama kali di China dengan harga yang belum diketahui pada semester kedua tahun ini. Kita tunggu saja kehadiran smartphone intel pertama di Tanah Air.

Pesawat Tempur Jadul Terkecil di Dunia

Karakteristik umum :
Kru: 1
Panjang: 14 ft 10 in (4,5 m)
Lebar sayap: 21 kaki 1 in (6,4 m)
Tinggi: 8 ft 3 in (2.5 m)
Area sayap: 90 ft ² (8,3 m²)
Berat kosong: £ 3.740 (1.696 kg)
Berat terisi: £ 4.550 (2.063 kg)
Berat maksimum lepas landas: lb (kg)
Mesin: 1 × Westinghouse XJ34-WE-22 turbojet, 3.000 lbf (13.3 kN)

Performance :
Kecepatan maksimum: 664 mph (1.069 km / jam)
Ketinggian: 48.000 kaki (14.630 m)
Tingkat panjat: 12.500 ft / min (3.810 m / min)
Wing loading: 51 lb / ft ² (247 kg / m²)
Dorongan / berat: 0,66

Persenjataan :
4x 0,50 in (12,7 mm) M2 Browning.

Harga Mobil Honda Baru dan Bekas Tahun 2012

Car Type
Price
(Rp jt
)
Diff
(Rp jt)
Accord VTi 2.4 A/T
443.5 
0.0 
Accord VTi 2.4 M/T
428.5 
0.0 
Accord VTi-L 2.4 A/T
481.5 
0.0 
Accord VTi-L 3.5 A/T
708.0 
0.0 
City All New City S E A/T
285.0 
0.0 
City All New City S E M/T
270.0 
0.0 
City All New City S M/T
261.0 
0.0 
City All New City S S A/T
276.0 
0.0 
Civic Facelift 1.8 i-VTEC A/T
352.0 
0.0 
Civic Facelift 1.8 i-VTEC M/T
339.0 
0.0 
Civic Facelift 2.0 i-VTEC A/T
404.0 
0.0 
CR-V Facelift 2.0 i-VTEC A/T
359.0 
0.0 
CR-V Facelift 2.0 i-VTEC M/T
348.0 
0.0 
CR-V Facelift 2.4 i-VTEC A/T
388.0 
0.0 
Freed A/T
239.5 
0.0 
Freed A/T Electric Sliding Door
260.0 
0.0 
Jazz RS A/T
224.0 
0.0 
Jazz RS M/T
214.0 
0.0 
Jazz S A/T
208.5 
0.0 
Jazz S M/T
198.5 
0.0 
New Odyssey 2.4 I-VTEC A/T
545.5 
0.0

Accord 2.3 VTi A/T 1999  100.0  5.0 
Accord 2.3 VTi A/T 2000  105.0  5.0 
Accord 2.3 VTi A/T 2001  110.0  5.0 
Accord 2.3 VTi A/T 2002  120.0  5.0 
Accord 2.3 VTi A/T Facelift 2003  130.0  5.0 
Accord 2.3 VTi M/T 1999  90.0  5.0 
Accord 2.3 VTi M/T 2000  95.0  5.0 
Accord 2.3 VTi M/T 2001  105.0  5.0 
Accord 2.3 VTi M/T 2002  110.0  5.0 
Accord 2.3 VTi M/T Facelift 2003  120.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L A/T 1999  110.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L A/T 2000  115.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L A/T 2001  120.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L A/T 2002  125.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L A/T Facelift 2003  135.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L M/T 1999  105.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L M/T 2000  110.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L M/T 2001  115.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L M/T 2002  120.0  5.0 
Accord 2.3 VTi-L M/T Facelift 2003  130.0  5.0 
Accord 2.4 VTi A/T 2003  160.0  0.0 
Accord 2.4 VTi A/T 2004  165.0  0.0 
Accord 2.4 VTi A/T 2005  175.0  0.0 
Accord 2.4 VTi A/T 2006  185.0  0.0 
Accord 2.4 VTi M/T 2003  130.0  0.0 
Accord 2.4 VTi M/T 2004  135.0  0.0 
Accord 2.4 VTi M/T 2005  140.0  0.0 
Accord 2.4 VTi M/T 2006  160.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L A/T 2003  175.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L A/T 2004  185.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L A/T 2005  190.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L A/T 2006  205.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L M/T 2003  145.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L M/T 2004  150.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L M/T 2005  160.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L M/T 2006  170.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L New A/T 2006  235.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L New A/T 2007  250.0  0.0 
Accord 2.4 VTi-L New M/T 2006  225.0  0.0 
Accord All New 2.4 VTi-L A/T 2008  350.0  -10.0 
Accord All New 2.4 VTi-L A/T 2009  375.0  -20.0 
All New Jazz RS A/T 2008  180.0  0.0 
All New Jazz RS A/T 2009  190.0  0.0 
All New Jazz RS A/T 2010  200.0  0.0 
All New Jazz RS M/T 2008  170.0  0.0 
All New Jazz RS M/T 2009  180.0  0.0 
All New Jazz S A/T 2008  170.0  0.0 
All New Jazz S A/T 2009  175.0  0.0 
All New Jazz S M/T 2008  160.0  0.0 
All New Jazz S M/T 2009  170.0  0.0 
City 1.3 EX karburator 1996  55.0  0.0 
City 1.3 EX karburator 1997  60.0  0.0 
City 1.5 EXi Injection A/T 1997  65.0  0.0 
City 1.5 EXi Injection A/T 1998  70.0  0.0 
City 1.5 EXi Injection M/T 1997  65.0  0.0 
City 1.5 EXi Injection M/T 1998  70.0  0.0 
City 1.5 VTi Type Z A/T 2000  85.0  0.0 
City 1.5 VTi Type Z A/T 2001  90.0  0.0 
City 1.5 VTi Type Z A/T 2002  95.0  0.0 
City 1.5 VTi Type Z A/T 2003  100.0  0.0 
City 1.5 VTi Type Z M/T 2000  82.0  -3.0 
City 1.5 VTi Type Z M/T 2001  87.0  -1.0 
City 1.5 VTi Type Z M/T 2002  92.0  -2.0 
City 1.5 VTi Type Z M/T 2003  97.0  -1.0 
City All New City E A/T 2009  225.0  0.0 
City All New City E A/T 2010  230.0  0.0 
City All New City E M/T 2009  200.0  0.0 
City All New City S A/T 2009  225.0  0.0 
City All New City S M/T 2009  215.0  0.0 
City New City i-DSi A/T 2003  120.0  5.0 
City New City i-DSi A/T 2004  125.0  5.0 
City New City i-DSi A/T 2005  130.0  5.0 
City New City i-DSi A/T Facelift 2006  145.0  10.0 
City New City i-DSi A/T Facelift 2007  150.0  10.0 
City New City i-DSi A/T Facelift 2008  155.0  0.0 
City New City i-DSi M/T 2003  120.0  5.0 
City New City i-DSi M/T 2004  125.0  5.0 
City New City i-DSi M/T 2005  130.0  5.0 
City New City i-DSi M/T Facelift 2006  140.0  5.0 
City New City i-DSi M/T Facelift 2007  150.0  5.0 
City New City VTEC A/T 2004  120.0  0.0 
City New City VTEC A/T 2005  125.0  0.0 
City New City VTEC A/T Facelift 2006  145.0  15.0 
City New City VTEC A/T Facelift 2007  150.0  5.0 
City New City VTEC A/T Facelift 2008  159.0  4.0 
City New City VTEC M/T 2003  120.0  0.0 
City New City VTEC M/T 2004  125.0  5.0 
City New City VTEC M/T 2005  130.0  5.0 
City New City VTEC M/T Facelift 2006  140.0  5.0 
City New City VTEC M/T Facelift 2007  150.0  5.0 
City New City VTEC M/T Facelift 2008  150.0  0.0 
Civic 1.7 VTi A/T 2001  105.0  0.0 
Civic 1.7 VTi A/T 2002  110.0  0.0 
Civic 1.7 VTi A/T 2003  115.0  0.0 
Civic 1.7 VTi M/T 2001  100.0  0.0 
Civic 1.7 VTi M/T 2002  105.0  0.0 
Civic 1.7 VTi M/T 2003  110.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T 2001  110.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T 2002  120.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T 2003  125.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T Facelift 2003  135.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T Facelift 2004  145.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S A/T Facelift 2005  155.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T 2001  105.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T 2002  115.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T 2003  120.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T Facelift 2003  130.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T Facelift 2004  140.0  0.0 
Civic 1.7 VTi-S M/T Facelift 2005  150.0  0.0 
Civic Ferio A/T 1997  75.0  0.0 
Civic Ferio A/T 1996  80.0  0.0 
Civic Ferio A/T 1999  85.0  0.0 
Civic Ferio A/T Facelift 1999  90.0  0.0 
Civic Ferio A/T Facelift 2000  95.0  0.0 
Civic Ferio A/T Facelift 2001  100.0  0.0 
Civic Ferio M/T 1997  80.0  0.0 
Civic Ferio M/T 1998  85.0  0.0 
Civic Ferio M/T 1999  90.0  0.0 
Civic Ferio M/T Facelift 1999  95.0  0.0 
Civic Ferio M/T Facelift 2000  100.0  0.0 
Civic Ferio M/T Facelift 2001  105.0  0.0 
Civic New 1.8 A/T 2006  210.0  0.0 
Civic New 1.8 A/T 2007  230.0  0.0 
Civic New 1.8 A/T 2008  250.0  0.0 
Civic New 1.8 A/T 2009  260.0  0.0 
Civic New 1.8 A/T 2010  295.0  0.0 
Civic New 1.8 M/T 2006  215.0  0.0 
Civic New 1.8 M/T 2007  240.0  0.0 
Civic New 1.8 M/T 2008  245.0  0.0 
Civic New 1.8 M/T 2009  255.0  0.0 
Civic New 2.0 A/T 2006  220.0  0.0 
Civic New 2.0 A/T 2007  240.0  0.0 
Civic New 2.0 A/T 2008  260.0  0.0 
Civic New 2.0 A/T 2009  270.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 A/T 2000  105.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 A/T 2001  110.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 A/T 2002  115.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 M/T 2000  90.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 M/T 2001  100.0  0.0 
CR-V 2.0 4X2 M/T 2002  105.0  0.0 
CR-V 2.0 A/T 2002  140.0  0.0 
CR-V 2.0 A/T 2003  150.0  0.0 
CR-V 2.0 A/T Facelift 2004  165.0  0.0 
CR-V 2.0 A/T Facelift 2005  175.0  0.0 
CR-V 2.0 A/T Facelift 2006  185.0  0.0 
CR-V 2.0 M/T 2002  130.0  0.0 
CR-V 2.0 M/T 2003  135.0  0.0 
CR-V 2.0 M/T Facelift 2004  150.0  0.0 
CR-V 2.0 M/T Facelift 2005  160.0  0.0 
CR-V 2.0 M/T Facelift 2006  170.0  0.0 
CR-V 2.4 A/T 2005  185.0  0.0 
CR-V 2.4 A/T 2006  195.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.0 A/T 2007  260.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.0 A/T 2008  270.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.0 M/T 2007  240.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.0 M/T 2008  255.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.0 M/T 2009  260.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.4 A/T 2007  270.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.4 A/T 2008  280.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.4 A/T 2009  300.0  0.0 
CR-V All New C-RV 2.4 A/T 2010  330.0  0.0 
Elysion 2.4 2004  330.0  0.0 
Elysion 2.4 2005  345.0  0.0 
Elysion 2.4 2006  365.0  0.0 
Elysion 2.4 Prestige 2008  510.0  0.0 
Elysion 3.0 2004  345.0  0.0 
Elysion 3.0 2005  355.0  0.0 
Elysion 3.0 2006  365.0  0.0 
Fit 1.3 i-DSI A/T 2002  95.0  0.0 
Fit 1.3 i-DSI A/T 2003  100.0  0.0 
Fit 1.3 i-DSI A/T 2004  105.0  0.0 
Fit 1.5 VTEC A/T 2003  108.0  0.0 
Fit 1.5 VTEC A/T 2004  113.0  0.0 
Freed Manual Sliding Door 2009  210.0  0.0 
Freed Manual Sliding Door 2010  225.0  0.0 
Freed Power Sliding Door 2009  220.0  0.0 
Freed Power Sliding Door 2010  230.0  0.0 
Freed Power Sliding Door 2011  235.0  0.0 
Jazz i-DSI A/T 2004  120.0  0.0 
Jazz i-DSI A/T 2005  125.0  0.0 
Jazz i-DSI A/T 2006  130.0  0.0 
Jazz i-DSI A/T 2007  135.0  0.0 
Jazz i-DSI A/T 2008  140.0  0.0 
Jazz i-DSI M/T 2004  110.0  0.0 
Jazz i-DSI M/T 2005  115.0  0.0 
Jazz i-DSI M/T 2006  120.0  0.0 
Jazz i-DSI M/T 2007  125.0  0.0 
Jazz i-DSI M/T 2008  130.0  0.0 
Jazz VTEC A/T 2005  125.0  0.0 
Jazz VTEC A/T 2006  130.0  0.0 
Jazz VTEC A/T 2007  145.0  0.0 
Jazz VTEC A/T 2008  150.0  0.0 
Jazz VTEC M/T 2005  120.0  0.0 
Jazz VTEC M/T 2006  125.0  0.0 
Jazz VTEC M/T 2007  135.0  0.0 
Jazz VTEC M/T 2008  145.0  0.0 
Odyssey 2.4 L (ATPM) 2004  230.0  0.0 
Odyssey 2.4 L (ATPM) 2005  240.0  0.0 
Odyssey 2.4 L (ATPM) 2006  250.0  0.0 
Odyssey 2.4 M (ATPM) 2004  200.0  0.0 
Odyssey 2.4 M (ATPM) 2005  225.0  0.0 
Odyssey 2.4 M (ATPM) 2006  240.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2004  225.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2005  245.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2006  275.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2007  315.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2008  370.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2009  430.0  0.0 
Odyssey Absolute 2.4 (IU) 2010  470.0  0.0 
Stream 1.7 A/T 2002  125.0  0.0 
Stream 1.7 A/T 2003  135.0  0.0 
Stream 1.7 A/T Facelift 2004  150.0  0.0 
Stream 1.7 A/T Facelift 2005  160.0  0.0 
Stream 1.7 A/T Facelift 2006  170.0  0.0 
Stream 1.7 A/T Facelift 2007  180.0  0.0 
Stream 1.7 M/T 2002  120.0  0.0 
Stream 1.7 M/T 2003  130.0  0.0 
Stream 1.7 M/T Facelift 2004  140.0  0.0 
Stream 1.7 M/T Facelift 2005  150.0  0.0 
Stream 1.7 M/T Facelift 2006  160.0  0.0 
Stream 1.7 M/T Facelift 2007  170.0  0.0 
Stream 2.0 i-VTEC Tiptronic 2002  120.0  0.0 
Stream 2.0 i-VTEC Tiptronic 2003  130.0  0.0 
Stream 2.0 i-VTEC Tiptronic Facelift 2004  150.0  0.0 
Stream 2.0 i-VTEC Tiptronic Facelift 2005  160.0  0.0 
Stream 2.0 i-VTEC Tiptronic Facelift 2006  170.0  0.0

Harga Mobil Honda Baru dan Bekas Tahun 2012

Ponsel dengan Daya Tahan Baterai Hingga 15 Tahun


SpareOne baru-baru ini merilis sebuah ponsel yang nampaknya dikhususkan untuk anda yang hobi hiking dan berlama-lama tinggal di luar rumah. Tidak tanggung-tanggung, daya tahan baterai ponsel SpareOne bisa bertahan sampai 15 tahun.

Biasanya, daya tahan sebuah baterai ponsel paling lama antara sehari sampai tiga hari, oleh karena itulah ponsel ini juga nampaknya cocok digunakan untuk para penyelamat, atau petugas kesehatan yang bisa setiap saat berada dalam kondisi darurat tanpa perlu khawatir kehilangan komunikasi akibat baterai habis.

Uniknya, SpareOne hanya perlu sebuah baterai ukuran AA untuk dapat bertahan selama 15 tahun tanpa diisi ulang. Ponsel ini berjalan dalam jaringan GSM dual-band yang dilengkapi dengan microSIM untuk antarmuka kartu SIM yang disematkan.

Jika anda mengira harga ponsel ini mahal, maka anda salah. Harganya hanya $49.99 atau sekitar 450 ribu rupiah saja.

Nokia "Deklarasikan" Perang Ponsel

Nokia mengkumandangkan perang dalam pasar ponsel pintar Amerika Serikat dengan menghadirkan handset berbasis Microsoft untuk mengalahkan Apple iPhone Apple dan handset berbasis Google Android.

 
Kepala Eksekutif Microsoft Steven Ballmer menggandeng boss Nokia Stephen Elop untuk mengungkapkan rencana besar Nokia yang akan kembali merebut pasar ponsel pintar AS. Nokia menghadirkan ponsel pintar Lumia 900 yang didesain untuk multi media dalam beberapa bulan ke depan.

Tanggal peluncuran dan harga Lumia 900 tidak diungkapkan, tetapi ponsel pintar Nokia itu akan ditawarkan secara eksklusif oleh operator raksasa AS AT&T dengan jaringan 4G atau LTE.

Lumia 900 menggunakan perangkat lunak mobile Windows atau aplikasi kecil yang berfungsi untuk handset berbasis Perangkat lunak Microsoft.

“Kami percaya industri telah bergeser dari pertempuran perangkat ke perang ekosistem,” kata Elop.

“Jelas ada pesaing yang kuat di medan perang ekosistem,” katanya kepada jurnalis pada malam pembukaan pameran CES di Las Vegas.

“Dengan Lumia, kami mendirikan pijakan di negara-negara dan kami akan mendorong maju penjualan, pemasaran dan produk secara berturut-turut.”

Pada Oktober, Nokia memperkenalkan line-up Lumia, Elop menggambarkannya sebagai “ponsel pintar pertama Windows yang sebenarnya.”

Nokia berencana melancarkan invasi di pasar ponsel pintar AS dengan model Lumia 710 pada 11 Januari. Ponsel pintar yang dijual dengan harga $ 49 memadukan operator T-Mobile.

Teknologi Tinggi Zaman Romawi yang Sulit Dipercaya

Bidang Militer

1. FLAMETHROWER
digunakan untuk perang kapal jarak dekat, untuk membakar kapal-kapal musuh.

prinsip kerjanya, minyak yang mudah terbakar dipompa, lalu disulut di tempat keluarnya minyak itu.

2. CERMIN PEMBAKAR
cermin cekung yang besar memantulkan cahaya matahari ke kapal musuh, lalu kapal musuh pun terbakar (buset dah )

Bidang Mesin

1. PENTASPASTOS

Fungsinya sama seperti Crane di zaman sekarang. tuas diputar untuk mengangkat katrol yang dikaitkan dengan beban.

2. GERGAJI TENAGA AIR
Mirip PLTA, tapi bukan memutar dinamo. mesin ini memutar gir yang disambungkan dengan gergaji.

3. POMPA AIR
klo C di angkat/tarik tekanan di A jadi kurang makanya katup B kebuka, nah ruang A ke isi deh sama fluida, trus klo C di tekan, katup B nutup, dan katup D kebuka, keluar deh isi yang di A

4. BOR BAWAH TANAH
digunakan untuk mengambil air di bawah tanah. menggunakan prinsip archimedes.

Bidang Otomotif

1. KERETA KUDA BUAT JALAN-JALAN, LENGKAP DENGAN SUSPENSI DAN REM

2. SUSPENSI

Didesain agar nyaman, dan kereta tidak hancur bila melewati gundukan.

3. REM

KIRI : rem yg mekanismenya mirip dengan kita kalau berhenti pake kaki sewaktu naik sepeda

KANAN : bantalan yang terkait dengan rantai terinjak ban belakang, rantai tertarik, sehingga rantai tersebut menghentikan gardan roda depan berputar.

4. SUKU CADANG
ternyata kereta romawi udah terbuat dari besi, bukan kayu lagi.

Metrika dan pengukuran

1. ODOMETER/METERAN TAKSI

dipasang sebagai kereta tambahan. satu putaran gir (a) melambangkan satu mil. satu putaran tersebut membuat satu kelereng (c) keluar. itu berarti 1 kelereng=1 mil. digunakan untuk peperangan. (gile romawi udah ada taksi dari dulu…)

2. DIOPTRA (Theodolite kuno)

Digunakan untuk mengukur jarak antar titik di bumi.

Example by Heron how to use the Dioptra to construct a tunnel through two opposite points in a mountain. Take a point close to the first entrance B and another point E. Then use the Dioptra to obtain the perpendicular line EF and through a set of other perpendicular segments get line segment KL the point M for which DM is perpendicular to KL, where D is the other opposite entrance point. Using DN and NB estimate the angle alpha necessary to connect points B and D.

3. KALKULATOR LUAR ANGKASA
disebut juga Antikythera. girnya digunakan untuk mengukur posisi matahari, bulan, dan mungkin benda langit lainnya. sampai saat ini para ilmuwan belum bisa menggunakannya.

Lain-Lain

1. PINTU OTOMATIS

bila api altar dinyalakan, tekanan panasnya akan memompa air, menarik beban, lalu memutar engsel pintu.

2. KOSMETIK
terbuat dari timah, timbal, batu bara, bahkan arsenik!

3.BETON
foto diatas adalah Pantheon, bangunan Romawi yang diduga bangunan pertama yang seluruhnya terbuat dari beton. bahan dasar beton zaman dahulu sama dengan sekarang. dibutuhkan karena ringan, tahan air, dan kuat.

10 Manfaat WiFi selain untuk Internetan

Sebelumnya ane mau jelasin dulu apa itu Wi-Fi (siapa tau aja kan ada yang belon tau Wi-Fi ). Wi-Fi adalah kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu komplotan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya

Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.

Tapi agan-agan tau gak, kalo sebenernya banyak kegunaan dari Wi-Fiini selain untuk koneksi internet. Nah sekarang ane mau coba share kegunaan-kegunaan Wi-Fi yang mungkin lebih bermanfaat dari internet . So, cekibroot

10. Sinkronisasi telepon Anda tanpa USB

Yup bener banget gan, sekarang Wi-Fi bisa juga diandalkan untuk sinkronisasi hengpon kita dengan laptop/komputer. Tapi sayangnya ini belum benar-benar “berguna”, karena masih harus menggunakan aplikasi-aplikasi tambahan dan masih terpaku pada beberapa jenis hp saja. Contohnya baru hp android dan iPhone saja yang bisa. Itupun untuk android haru ada penambahan aplikasi lagi seperti DoubleTwist.

9. Mengubah Smartphone menjadi remote control

Aplikasi remote memungkinkan iTunes dan Apple TV harus dikendalikan menggunakan iPhone, iPod touch, atau iPad melalui jaringan Wi-Fi. Agan dapat memilih playlist, lagu, dan album seolah-olah agan sedang duduk di depan komputer atau Apple TV. Gmote Android berubah menjadi remote control untuk komputer, memungkinkan bagi agan-agan yang emang males/mager :d . Tapi lagi-lagi ini masih terbatas oleh produk-produk Apple dan hp-hp android saja gan .

8. Mengirim sesuatu yang akan diprint ke printer

Mungkin ini emang cukup berguna ya gan bagi kita yang mau ngeprint tugas langsung dari laptop ke printer . Tapi sayangnya belum ada informasi merk-merk printer apa saja yang sudah menyediakan fitur Wi-Fi ini gan.

7. Mentransfer foto dari kamera digital

Kartu Eye-Fi adalah kartu memori tanpa nirkabel. Ini pada dasarnya adalah persis seperti kartu SDHC – tetapi dengan manfaat yang fantastis ketika kamera sedang dalam jangkauan jaringan tertentu, foto dan video akan tertransfer ke komputer/laptop agan-agan sekalian .

6. Streaming film ke TV

Wi-fi memiliki potensi untuk menjadi hiburan masa depan rumah! Media server dapat streaming video melalui Wi-Fi untuk setiap HTPC lainnya, Xbox / Playstation-diaktifkan TV di rumah. Ada sejumlah sistem operasi, aplikasi, dan protokol untuk mendapatkan film secara nirkabel dari satu perangkat ke perangkat lainnya.

5. Stream audio ke speaker

Penggemar Apple memiliki pilihan terbaik untuk bermain musik mereka (pada speaker ada) di rumah mereka, sebagai Apple AirPort Express router adalah sedikit besar kit untuk streaming musik ke speaker.

4. Berguna sebagai router nirkabel

Sebuah aplikasi yang disebut PdaNet dapat mengubah iPhone agan-agan atau android ke router Wi-Fi yang berguna untuk PC atau MAC. Jadi hp agan-agan istilahnya sebagai perantara kelaptop/komputer. Tapi ane saranin dicoba dulu sebelum digunakan. Karena menurut sumber terpercaya aplikasi ini Not Fully Recommended

3. Share file dengan komputer lain


Penyedia penyimpanan file online – seperti Dropbox – memungkinkan foto, dokumen, dan video mana saja dan berbagi dengan mudah menggunakan jaringan Wi-Fi jika kedua pengguna memiliki account Dropbox. Ini merupakan metode (dan lebih aman) alternatif daripada menggunakan ‘shared folder’

2. Telepon kita bisa tahu ketika kita ada di rumah

Tasker memungkinkan agan untuk memulai layanan atau menjalankan aplikasi setiap kali agan pulang ke rumah. ATasker profil dapat mendeteksi ketika agan kembali ke rumah karena agan terhubung ke jaringan rumah agan. Contohnya, jika dikantor/sekolah/kampus agan menggunakan profil ‘silent’, tapi ketika tiba dirumah Tasker dapat langsung mengubah profil agan menjadi ‘ringing’

1. Untuk keamanan

Aplikasi seperti Find My iPhone menggunakan Wi-Fi untuk mencari iPhone agan-agan jika agan lupa meletakannya atau jika dicuri. Keberadaan perangkat dapat dipantau melalui Wi-Fi. Untuk agan-agan yang gak make iPhone kayak ane, aplikasi seperti Prey bisa kita gunakan. Prey akan mencari lokasi(melalui laptop/komputer) dimana hp kita berada dan jika dicuri apa yang sedang dilakukan oleh si pencuri oleh hp kita.