Arsip Kategori: usaha anda

Rambutan taugkue Dari Banten

Banten –Bulan desember sampai fabuari 2012 warga lebak banten kebanjiran rejeki karna buah rambutan warga kini panen besar.Rambutan taugkue adalah bibit yang sudah di patenkan dan di sertipikasi benih unggulan di bogor ungkap Camat Curugbitung, Edi Nuraedi, di Lebak, Selasa.ia juga mengatakan warga di sini sangat terbantu dengan adanya panen rambutan itu terutama perekonomian.

Kecamatan lebak dan curuk cibitung banten akan mengalami masa panen hingga 3 bulan 4 bulan kedepan,selain di nikmati warganya dan warga sekitarnya seperti Jakarta . Budi daya tanaman hortikultura tersebut sudah puluhan tahun dan kini masih menjadi unggulan komoditas Curugbitung. Bahkan, rambutan tangkue diekspor ke Timur Tengah melalui agen di Tangerang dan Jakarta.
Saat ini jumlah areal tanam rambutan tangkue di Kecamatan Curugbitung mencapai 530 hektare. Hampir semua warga yang tersebar di sepuluh desa itu memiliki tanaman rambutan. Mereka menanam rambutan di kebun-kebun dan halaman rumah.
Rahmat, seorang petani di Kecamatan Maja, mengaku dirinya merasa terbantu dengan panenan rambutan tangkue. Dari hasil panen rambutan, dia bisa membangun rumah dan membeli perabotan rumah tangga.
Namun demikian, Rahmat mengaku musim panen rambutan 2011 tidak memuaskan akibat cuaca kemarau. Panen buahnya menjadi kurang begitu banyak. “Kami panen rambutan tahun ini sekitar Rp 18 juta dari 300 batang pohon dengan harga Rp 600 ribu per batang,” katanya

Ikan arwana sangat menjanjikan untuk usaha di rumah anda,tapi mengigat modal yang besar karna harga arwana juga sangatlah mahal membuat hanya beberapa orang saja yg turun di bsnis ini.Apalagi pemeliharaan yang unik dari ikan lainya juga kesabaran merawat agar arwana menjadi jenis yang mahal dan di gandrungi.

Kayu memang andalan utama nadi perekonomian masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Tapi itu kala itu, kini kayu sudah tidak lagi bisa diandalkan di Kapuas Hulu.

Seiring dengan pemberantasan illegal logging yang terus digencarkan, masyarakat mulai memilih beralih ke sektor perikanan. Meski memang tidak semua pendapatan warga setempat berasal dari kegiatan ilegal. Kabupaten Kapuas Hulu memiliki banyak habitat jutaan jenis ikan hias, seperti Arwana dan Ulanguli.

Sejumlah jenis habitat ikan itu hanya ada di Danau Sentarum. Sementara untuk di kawasan lainnya, hanya ada di kawasan hulu Sungai Kapuas, Embaloh, Mendalam, dan Sibau. Lokasi-lokasi ini terkenal dengan hasil ikan Jelawat, Semah, Toman, Tengadak, Belida, Lais, Entokan, dan Baung.

Tak bisa dipungkiri lagi jenis ikan Arwana memang merupakan salah satu habitat dari sektor perikanan asli dari daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Komoditas itu membawa nama daerah ini menjadi terkenal baik secara lokal, nasional bahkan Internasional. Sehingga, saat ini mulai dijadikan masyarakat sebagai salah satu mata pencaharian nomor satu dan bisnis yang menggiurkan.

Selain berbagai jenis Arwana yang molek, memang ada juga beberapa jenis ikan hias air tawar lain asal Kabupaten Kapuas Hulu itu. Sehingga saat ini masih banyak diusahakan dan merupakan penghasil terbesar masyarakat setempat. Tetapi, penangkaran Arwana tetap menjadi primadona.

Jutaan penangkar mulai mengembang biakkan ikan berharga yang harganya hingga ratusan juta rupiah bahkan miliaran itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Arwana masih menjadi primadona bagi masyarakat di Bumi Uncak Kapuas itu.

Salah satu pengelola penangkar ikan hias di Kecamatan Suhaid, Sarifudin (44), mengatakan bahwa penangkaran yang dimiliki oleh sebagian masyarakat setempat masih bersifat tradisional.

Tradisional yang dimaksud, kolam berukuran 8 x 20 meter yang dimiliki oleh masyarakat berisi antara 5 hingga 7 ekor ikan. Sedangkan untuk ikan Arwana, induk ikan hanya mampu bertelur dan menetaskan belasan ekor Arwana saja. “Maksimal 30an ekor ikan Arwana yang dihasilkan,” kata Sarifudin, kepada VIVAnews.com.

Sedangkan untuk jenis ikan Arwana yang kecil berukuran 5 sampai 6 cm ini berharga sekitar Rp4 Juta. “Ya, kalau ukurannya sudah lebih besar dan warnanya merah, harga jualnya itu bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah,” kata dia.

Sarifudin menambahkan, jenis ikan Arwana paling banyak terdapat di Kecamatan Suhaid Kabuapaten Kapuas. Di daerah ini terdapat banyak kolam milik masyarakat setempat.

Sarifudin melanjutkan, kolam ikan Arwana telah berizin milik Perusahaan yang dikelola secara besar-besaran pun banyak di daerah itu. Sumbangan pihak ketiga dari sektor Arwana sangat membantu Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Terutama dalam peningkatan pendapatan asli daerah. “Moga–moga dapat terus dibudidayakan dan dikembangbiakkan,” harap Sarifudin.

Laporan : Aceng Mukaram | Kapuas Hulu | Kalimantan Barat
• VIVAnews

Cara Merawat Ikan Arwana | budi daya Ikan Arwana | Memilih Jenis Arwana Terbaru

Cara Merawat Ikan Arwana | budi daya Ikan Arwana | Memilih Jenis Arwana Terbaru – .Siapa yang tidak tahu bahwa ikan arwana adalah ikan cukup mahal asal pedalaman kalimantan.Ikan ini hampir semua jenis di jadikan penghuni aquarium sebagai ikan hias.Ada beberapa trik untuk merawat ikan arwana .

Teknik budidaya ikan arwana sendiri sebenarnya tidaklah sulit hanya saja memang dibutuhkan ketelitian dan ketekunan yang tinggi karena ikan arwana harus selalu dijaga kondisi air, oksigen dan pakannya. Ikan ini dapat dikembangbiakkan di wadah budidaya seperti akuarium atau kolam.

Kualitas air yang selalu terjaga baik menjadi tuntutan dalam budidaya ikan ini. PH air untuk budidaya arwana sebenarnya sangat lebar tapi lebih disarankan untuk memudahkan pemeliharaannya PH airnya disesuaikan dengan kondisi air pada kondisi sebenarnya di alam yaitu PH 6,8 – 7,5 dan suhu 27 – 29 C. Sedangkan penggantian air untuk menjaga kualitas air, dilakukan sebanyak 30 – 34 % dari total volume dengan air deklorinisasi. Penggantian air perlu dilakukan apalagi jika kondisi setelah hujan karena air hujan dapat mengakibatkan perubahan mendadak pada kualitas air.

Pemberian pakan pada arwana sebaiknya diberikan pakan bervariasi yang mengandung protein sangat tinggi. Pakan untuk induk arwana dapat diberikan berupa ikan/udang rucah ditambah dengan pellet dengan kadar protein 32 %. Pemberian pakan ini dilakukan setiap hari dengan ketentuan 2% dari berat total tubuhnya.

Kematangan gonad akan terjadi pada saat umur ikan arwana berumur 4 tahun dan sudah mencapai panjang 45 – 60 cm. Pemijahan akan terjadi sepanjang tahun. Puncak pemijahan akan terjadi antara bulan Juli dan bulan Desember. Ketika telah terjadi pemijahan maka induk jantan akan menjaga telur tersebut di dalam mulutnya selama 2 bulan. Untuk melepaskan telur yang ada dalam mulut induk jantan arwana, tarik secara perlahan dan hati-hati bagian bawah mulut arwana kemudian tekan ringan bagian tubuhnya. Larva dikumpulkan untuk kemudian diinkubasi.

Masa inkubasi dengan cara ini lebih pendek dibandingkan dengan masa inkubasi normal yang dapat mencapai 8 minggu. Inkubasi dilakukan di dalam akuarium berukuran 45x45x90 cm dengan temperatur air 27 – 29 derajat celcius dan kadar oksigen terlarut 5 ppm. Untuk mencegah adanya infeksi pada saat penanganan larva dapat digunakan larutan Acriflavine 2 ppm. Selama periode inkubasi ini larva tidak perlu diberi pakan. Pakan larva sendiri didapat dari kuning telur yang akan habis pada minggu ke delapan. Setelah itu, larva harus diberi pakan hidup pertama untuk mencegah larva saling makan. Pada saat ini larva sudah dapat berenang bebas.

Pakan hidup yang diberikan bisa berupa cacing darah atau anakan ikan yang ukurannya sesuai dengan ukuran mulut ikan arwana tersebut. Ketika larva telah mencapai ukuran 10 – 12 cm diberikan pakan berupa udang air tawar kecil untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.

berita budi daya arwana di kalimantan

Tanaman Bonsai Yang Menguntungkan Jenis Black Pine (Pinus Thumbergii)

Tanaman Bonsai Yang Menguntungkan Jenis Black Pine (Pinus Thumbergii) – .Mungkin anda pengemar bonsai dan kepengen bonsai menjadi penambah ekonomi buat keluarga anda .Nah ini salah satu jenis bonsai yang lagi naik daun dan sangat di senangi di negeri taiwan.Selain indah bonsai juga sangat mudah di tanam di ruang sempit.

Black Pine (Pinus Thumbergii) tumbuhnya yang paling baik.dan ada 3 macam, yaitu:
1. Daunnya agak panjang (yang umum ada di pasaran).
2. Daunnya pendek (Seu Sung).
3. Daunnya mini (Zuen Sau Hei Sung).

Tiga macam Black Pine ini paling disukai oleh pebonsai

PROSES SEBELUM MENANAM

Setelah sampai di rumah, semua pohon yang saya bawa dari Taiwan tanahnya sudah dicuci bersih karena tidak boleh berikut dengan tanahnya. Hal ini adalah peraturan antar negara untuk mencegah menyebarnya hama dan penyakit tanaman. Lalu saya buka satu per satu plastik yanng membungkus mos (pengganti tanah yang membungkus akarnya supaya dalam perjalanan tetap lembab). Kemudian semua akar tanaman yang sudah dibersihkan mosnya direndam pakai vitamin tanaman atau boleh juga cairan pupuk organik selama 1 jam. Terakhir tanaman diangkat dari rendaman dan ditanam dalam pot.

MEDIA UNTUK PINUS (Cocok juga untuk Cemara=Juniperus)

3 bg pasir ukuran 1-2 mm (tepung pasir jangan dipakai) +
1 bg tanah yang gembur (Jangan tanah yang lengket seperti tanah liat, dsb) +
1 bg humus (atau kompos sebagai pengganti humus).

Setelah diaduk rata, baru dipakai untuk menanam (cara menanam dalam pot bisa dilihat dalam artikel Loa Variegata). Ada sedikit cerita tentang pasir. Sekitar tahun 1990 di Indonesia telah ditemukan satu macam pasir gunung dari pinggiran kota Malang , sehingga disebut pasir Malang . Pasir ini ditemukan oleh pehobi dan pemburu bonsai bakalan di alam. Keistimewaan pasir ini adalah bersih, tidak ada tepungnya maupun sampah. Boleh dikatakan sudah bebas dari hama dan penyakit yang biasa ada di tanah atau pasir kali/gunung. Jadi kalau mau dipakai menanam tidak usah dicuci lagi, dan pasir ini berpori sehingga bisa menyimpan air dan udara. Ada beberapa tanaman yang lebih baik ditanam dengan pasir ini dibandingkan media lain, seperti pohon Santigi (Phempis Acidula), Cemara Udang (Casuarina Equisetifolia), Black Pine, Cemara, dsb. Memang pasir malang ini sangat menguntungkan bagi pehobi bonsai dan sebagian pecinta tanaman hias seperti caktus, adenium, sansivera, dsb. Pasir ini seterusnya saya pakai untuk campuran membuat media menanam Black Pine dan bonsai lainnya.

PROSES SETELAH DITANAM

Setelah black pine ditanam dalam pot, batangnya harus diikat erat dengan pot supaya pohonnya tidak kena goyang. Sebab pohon apapun yang baru direpoting ada dalam masa krisis, karena akarnya belum menyatu dengan media barunya sehingga belum berfungsi secara normal. Apalagi kalau akarnya dipotong sebagian dan sudah mulai tumbuh akar baru, kalau kena goyang maka akar baru yang masih regas bisa putus dan bisa kena bahaya mati. Setelah beres diikat taruhlah di tempat teduh, lalu tanahnya disiram tuntas (sampai airnya keluar dari lubang dasar pot). Kurang lebih 2 minggu ditaruh di tempat teduh, dalam waktu ini penyiraman pun harus dijaga jangan sampai kebanyakan atau sampai kekeringan. Lebih baik bertahan setengah kering daripada kebasahan, demi mencegah kebusukan akar. Hal ini berbeda dengan penyiraman black pine yang sudah hidup kuat atau sudah jadi (lihat keterangan di bawah tentang penyiraman). Setelah 2 minggu maka pohonnya akan terlihat sehat, daunnya hijau dan kekar. Barulah kemudian ditambah waktu untuk terkena sinar matahari secara bertahap. Kemudian tunggu sampai keluar tunas baru, yang merupakan tanda bahwa akar barunya sudah keluar dan siap untuk full dijemur.

Ada beberapa pehobi bonsai yang tidak mengetahui tentang media dan proses menanamnya, atau tidak sabar melaksanakan penanaman dan perawatan black pine (yang memang tidak sama dengan jenis ficus atau jenis lain yang lebih mudah pemeliharaannya). Dgn melakukan perawatan yang tidak benar sehingga black pine miliknya mati. Lantas mereka mengatakan bahwa black pine tidak bisa hidup di Indonesia atau bisa mati apabila direpoting, yang lebih parah ada pehobih bonsai dan pedagang bonsai yg baru saja melihat blak pine dari foto di buku bonsai ikut-ikutan menyatakan demikian. Sehingga banyak pemula atau kolektor bonsai yang terkecoh jadi tidak berani memelihara black pine.

MERAWAT BONSAI JADI BLACK PINE

Untuk pruning (mencukur daun), bisa kita lihat ketika daun tuanya sudah ada yang menguning atau kelihatan agak kusam. Hal ini bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu menggunting atau mencabut. Paling bagus pruning dengan cara ke 2, yaitu bertahap mencabut daun tuanya. Caranya ketika mencabut daun tua agar tidak tercabut satu kelompok daunnya, tangan kiri pegang erat pangkal kelompok daunnya dan tangan kanan mencabut daun tuanya satu per satu dan sisakanlah daun mudanya. Kalau dengan cara ke 1, guntinglah daun tuanya diatas pangkal daun -+ 1 cm. Hal ini untuk memancing keluarnya tunas baru dari sisa daun tua ini. Sayangnya kalau dengan cara gunting bekas guntingannya akan jadi warna kecoklatan, sangat tidak sedap dipandang dan akan beberapa bulan baru bisa rontok.

Supaya ranting dan daunnya tetap pendek dan rapat (supaya bentuknya tidak kacau atau membengkak), lakukanlah:

1. Tiap tahun harus bertahap mencabut daun tuanya.

2. 2-3 tahun sekali harus memotong pendek ranting, anak ranting, dan tunas barunya. Hal ini demi menjaga bentuk yang sudah jadi supaya jangan membengkak. Biasanya tunas baru yang keluar secara alami setahun sekali dan sekali muncul ada 2-3 tunas. Buanglah tunas yang sangat subur (besar) dan yang sangat lemah (kecil) dengan menggunting dari pangkalnya. Tinggalkan tunas yang tumbuhnya sedang, lalu biarkan tunas baru ini sampai keluar daun barunya. Barulah kemudian dipotong pendek sesuai panjang yang kita inginkan. Setelah kurang lebih 2 minggu pemotongan, dari bekas potongan akan timbul tunas yang kedua. Kalau perlu lakukan cara yang sama pada tunas kedua, sehingga kita akan mendapatkan tunas ketiga. Nah tunas kedua dan ketiga inilah akan menjadikan ranting dan daun black pine yang pendek. Teori ini sama dengan jenis pohon bonsai yang kalau tumbuh di alam bebas daunnya besar, tetapi setelah dijadikan bonsai yang ditanam dalam pot dengan beberapa kali mencukur daunnya, maka daunnya menjadi kecil seperti Sancang (Phemna Microphylla), Beringin Karet (Ficus Ratusa), dsb.

3. Ketika tunas baru sudah mekar daunnya, jangan memotong atau membuang terlalu banyak ranting-rantingnya, karena pada waktu ini dari luka pemotongan akan banyak mengeluarkan terpentennya (getah), sehingga bisa mematikan pohon. Waktu yang paling baik untuk membentuk dan menggunting ranting-ranting adalah pada saat pohon mulai kelihatan daun tuannya (ada yang kuning/kusam). Hal ini menunjukkan pohon ini dalam keadaan berhenti pertumbuhan dan sedang menyimpan energi, serta siap untuk mengeluarkan tunas barunya. Jadi pada masa ini lebih aman bagi black pine untuk dilakukan pruning dengan cara cabut atau gunting, serta melakukan pengurangan/pemotongan ranting-rantingnya, karena pohon ini sedang kuat-kuatnya.

CARA REPOTING / GANTI TANAH BONSAI BLACK PINE

Proses merepoting bonsai menjadi black pine adalah cukup 3-4 tahun sekali, karena akar black pine lambat pertumbuhannya. Kalau kurang dari 2 tahun direpoting akarnya belum cukup tua. Kalau lebih dari 4 tahun tidak direpoting maka akarnya akan terlalu padat dalam pot. Hal ini akan menghambat pertumbuhan dan kesuburannya.

Cara merepoting adalah setelah mengeluarkan bonsai dari pot, maka akan kelihatan gumpalan akar yang sudah menyatu dgn tanahnya. Buanglah 1/3 sekeliling pinggir gumpalan ini dengan cara mengorek tanah dan menggunting akarnya yang sudah terlalu panjang,. Lalu tanam kembali dalam pot dengan media yang diceritakan di atas, dengan cara dikorek, ujung akar lama akan bisa langsung masuk ke dalam dan menyatu dengan media baru. Hal ini akan lebih menjamin hidupnya setelah direpoting. Dan jangan sekali-sekali merepoting dengan memotong atau menggergaji gumpalan tanah dan akarnya rata seperti memotong kue lalu ditanam kembali. Cara ini menjadi gumpalan akar dan tanah yang lama dikelilingi (dibungkus) oleh media baru, sehingga akan menimbulkan panas yang tidak tersalurkan dalam gumpalan dan akhirnya membuat akar menjadi busuk.

Menurut pengalaman saya menanam black pine, jangan merepoting bersamaan dengan mencukur daunnya. Ada kejadian ketika karyawan kebun saya tidak melaksanakan petunjuk yang saya ajarkan. Ketika saya keluar kota dan tidak menyaksikan kerjanya, karyawan tersebut merepoting dan mencukur secara serentak. Sehingga menyebabkan beberapa pohon black pine setengah jadi menjadi mati.

Di Indonesia yang 2 musim ini, waktu paling baik untuk merepoting black pine adalah antara akhir musim kemarau dan awal musim hujan (sekitar awal September), tetapi harus juga melihat kondisi black pine. Pohon tersebut harus dalam kondisi tunas baru mulai muncul dan belum mekar daunnya. Kalau daunnya sudah mekar maka pohon akan lemah, dan resiko repoting menjadi besar.

PENYIRAMAN, PEMUPUKAN, DAN PENGOBATAN

Black Pine adalah pohon yang senang air. Jika kita melakukan penyiraman yang cukup, maka akan tumbuh subur. Penyiraman dilakukan minimal 1 hari 1 kali, kalau musim panas minimal 2 kali sehari, dan harus sekalian menyiram daunnya. Airnya tidak boleh mengendap di tanah dlm pot (ini sangat penting !). Maka hasilnya adalah pohon tumbuh subur, daunnya lebat dan berwarna hijau tua mengkilap. Black Pine juga tahan kering bila ditanam dalam pot. Apabila terlambat menyiram 1-2 hari maka tidak akan mati kekeringan, tapi akan menghambat pertumbuhannya atau menyebabkan pohon menjadi stres. Kalau sampai demikian maka untuk mengembalikan kesuburannya sampai semula harus memerlukan waktu beberapa bulan. Dan harus ingat black pine tidak bisa hidup dengan disiram air yang kena polusi, maupun di tempat yang udaranya berpolusi.

Black Pine paling bagus ditempatkan pada tempat yang sehari penuh kena sinar matahari, dan memiliki sirkulasi udara yang bagus. Pemupukan cukup 1 bulan 1 kali pada tanahnya dengan dosis standard (1 sendok makan 4 liter air), dan 1 minggu 1 kali pemupukan pada daunnya (dosis ½ sendok makan 4 liter air).

Pencegahan penyakit sekitar 1-2 bulan 1 kali dengan menyemprot daunnya.

Cara Memilih Bibit Sawit Yang Baik | Bibit Unggul

Cara Memilih Bibit Sawit Yang Baik | Bibit Unggul – .Buah yg bagus belum tentu bisa di jadikan bibit unggul,Terkadang di pasaran terdapat juga bibit unggul palsu.Maka dari itu kita harus jeli dan pintar memilih bibit sawit unggul.Mungkin bacaan ini bisa sedikit membantu anda dalam memilih bibit unggul ,Selamat membaca dan mencoba.

Akhir-akhir ini ramai diberitakan tentang benih (dalam bentuk benih berkecambah ataupun bibit) palsu kelapa sawit. Pemberitaan tentang benih palsu di beberapa harian bahkan muncul beberapa kali. Keberadaan benih palsu di pertanaman kelapa sawit di Indonesia sebenarnya telah lama diketahui.

Kesenjangan antara produktivitas nyata dengan yang diharapkan merupakan bukti banyaknya penggunaan benih ilegitim di pertanaman kelapa sawit di Indonesia. Diperkirakan antara 20 – 25% pertanaman kelapa sawit di Indonesia ditanami dengan benih ilegitim.

Secara umum dapat dikatakan bahwa produksi tandan dan minyak dari tanaman yang berasal dari benih ilegitim setinggi-tingginya hanya 50% dari tanaman yang berasal dari benih unggul. Selain merugikan konsumen dari segi produksi, penggunaan benih ilegitim menimbulkan kerugian pada berbagai sub sektor seperti :

1. merusak peralatan pabrik karena harus mengolah biji bercangkang tebal,
2. merusak citra produsen benih yang benihnya dipalsukan,
3. menurunkan tingkat produktivitas dan daya saing nasional di bidang perkelapasawitan.

Makalah ini mencoba memaparkan apa yang disebut dengan benih palsu atau benih ilegitim. Selain itu akan dipaparkan metode pemuliaan dan sistem produksi yang secara umum digunakan untuk menghasilkan benih kelapa sawit. Langkah-langkah yang perlu diambil untuk menanggulangi meluasnya peredaran benih palsu kelapa sawit juga akan ikut dibahas dalam makalah ini.

Sistem Produksi Benih
Sistem produksi benih kelapa sawit pada dasarnya merupakan rangkaian yang tak terpisahkan dari beberapa subsistem, meliputi (1) subsistem pemuliaan tanaman, (2) subsistem pengelolaan pohon induk dura dan pohon bapak pisifera, dan (3) subsistem processing benih, serta (4) subsistem pemasaran.

Subsistem pemuliaan tanaman memiliki fungsi untuk menyediakan kandidat tetua dura dan tetua pisifera yang merupakan output dari program seleksi. Subsistem pengelolaan pohon induk memiliki fungsi untuk mengelola seluruh kegiatan di pohon induk dura yang ditujukan untuk menghasilkan tandan benih, mulai dari penyediaan dan prosesing tepung sari (polen), pengamatan identitas bunga hingga pemanenan tandan benih.

Subsistem processing benih berfungsi untuk mengolah tandan benih yang dihasilkan menjadi kecambah siap salur dengan tetap mempertahankan aspek kemurnian varietas¬nya. Sementara itu, unit kerja pemasaran bertanggung jawab terhadap penyaluran bahan tanaman hingga ke tangan konsumen, dan secara pro aktif melakukan kegiatan pelayanan purna jual bahan tanaman tersebut kepada para konsumen.

Prosedur Pemuliaan Tanaman
Secara umum, pemuliaan tanaman dapat didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan penelitian dan pengujian atau kegiatan penemuan dan pengembangan suatu varietas, sesuai dengan metode baku untuk menghasilkan varietas baru dan mempertahankan kemurnian benih varietas yang dihasilkan. Untuk dapat menghasilkan dan mengembangkan varietas kelapa sawit, setiap institusi riset kelapa sawit harus memiliki beberapa hal sebagai berikut :

a. Populasi dasar dura dan tenera/pisifera

Seluruh kegiatan pemuliaan kelapa sawit berawal dari pembentukan populasi dasar yang terdiri atas grup dura, tenera, dan pisifera dari berbagai orijin di tingkat seleksi. Jumlah dan jenis orijin/famili yang digunakan oleh setiap lembaga riset dapat berbeda, bergantung pada arah pemuliaan dan kapasitas benih yang akan dihasilkan.

Ketersediaan populasi dura dan populasi tenera/pisifera menjadi penting bagi sumber benih karena berkaitan dengan kesinambungan program pemuliaan. Dengan demikian diharapkan institusi yang menjadi sumber benih dapat melakukan aktivitas pemuliaannya (perakitan dan pengembangan varietas) secara independen, tanpa bergantung pada institusi lain. Hal penting lainnya dalam pembentukan populasi dasar ini adalah ketersediaan informasi pedigree (silsilah keturunan) yang jelas dari masing-masing orijin/famili dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

b. Prosedur Pemuliaan

Dalam bidang pemuliaan tanaman dikenal berbagai skema seleksi, dan yang sering digunakan pada pemuliaan kelapa sawit adalah reciprocal recurrent selection (RRS) dan modified recurrent selection (MRS). Secara umum, di setiap prosedur pemuliaan kelapa sawit terdapat tahapan inti mencakup pembentukan populasi dasar, evaluasi, seleksi, serta rekombinasi.

Dari populasi dasar yang telah dibentuk dilakukan suatu tahapan evaluasi melalui pengujian keturunan (progeny test) untuk menganalisis dan menentukan persilangan terbaik yang akan direproduksi berdasarkan nilai daya gabung umum (GCA) dan daya gabung khusus (SCA) dari tetua (progenitor) yang diuji. Berdasarkan informasi daya gabung tersebut tersebut dilakukan seleksi untuk menentukan tetua-tetua yang dapat dijadikan pohon induk untuk produksi benih.

Selain untuk menentukan materi pohon induk, pada tahapan seleksi ini juga dilakukan pemilihan tetua yang akan direkombinasikan untuk mencari materi persilangan dengan potensi yang lebih baik yang digunakan pada siklus pemuliaan berikutnya. Melalui rekombinasi diharapkan dapat membentuk suatu populasi dasar baru dengan sifat-sifat yang lebih baik dari populasi dasar sebelumnya.

c. Proses pengujian keturunan (projeni)

Pengujian keturunan merupakan rangkaian percobaan yang didesain untuk menilai dengan akurat keragaan suatu hibrida (persilangan). Pengujian ini merupakan suatu hal yang mutlak untuk dilakukan oleh setiap sumber benih, karena materi yang sampai ke tangan konsumen adalah hibrida DxP.

Pengujian dilakukan mengikuti metode statistik baku, mencakup perancangan percobaan (jumlah persilangan, jumlah ulangan, jumlah individu, standard cross ), masa pengamatan (minimal selama 6 tahun setelah tanam), lokasi percobaan (dilakukan minimal pada 3 lokasi), dan metode analisis data yang digunakan untuk memprediksi nilai hibrida DxP yang akan direproduksi.

Prosedur produksi Benih
Pohon induk/bapak yang digunakan untuk menghasilkan benih komersial dilakukan dengan mereproduksikan persilangan terbaik yang telah diuji pada pengujian projeni. Skema RRS secara fleksibel menunjukkan cara pemilihan pohon induk/bapak yang dapat diperoleh melalui perkawinan sendiri (selfing) maupun rekombinasi intra-grup.

Secara prinsip, apabila Di dan Dj telah diketahui mempunyai daya gabung umum (GCA/general combining ability) yang baik, maka keseluruhan tanaman selfing maupun rekombinasi keduanya- Dii, Djj, Dij, dapat digunakan sebagai pohon induk untuk produksi benih. Demikian juga dengan Pp, Tnn atau Tnm.

Namun demikian untuk memperoleh gain selection lebih tinggi biasanya dilakukan seleksi intra-persilangan terhadap karakter-karakter yang dianggap akan lebih menguntungkan konsumen, seperti pertumbuhan meninggi yang lebih lambat. Selain itu selection pressure ditujukan untuk mendapatkan keseragaman yang lebih tinggi pada tanaman yang dihasilkan. Adapun pengamatan produksi dan kualitas tandan lebih ditujukan untuk kelanjutan program seleksi yaitu dengan cara memilih pohon induk yang baik dan telah diketahui karakteristik genotipenya.

Benih Palsu
Benih palsu atau benih ilegitim adalah benih yang diproduksi tidak mengikuti standar proses produksi benih seperti yang lazim dilakukan oleh produsen benih dan dipersyaratkan oleh pemerintah melalui standar nasional Indonesia (SNI, sedang dalam tahap penggodokan final) untuk benih kelapa sawit. Benih ilegitim umumnya diproses dari biji asalan yang berasal dari tanaman komersial.

Seperti layaknya tanaman hibrida, benih yang diperbanyak dari tanaman komersial akan bersegregasi menjadi tanaman yang memiliki sifat seperti induk dan bapaknya. Tipe kelapa sawit dura yang dijadikan sebagai pohon induk umumnya memiliki cangkang (tempurung) tebal dan memiliki rendemen minyak rendah (< 18%), sedangkan tanaman tipe pisifera yang digunakan sebagai pohon bapak, meskipun tidak bercangkang, umumnya tidak menghasilkan tandan buah karena terjadi aborsi pada saat pembuahan.Beberapa hal yang mendorong penggunaan benih ilegitim adalah sebagai berikut.1.Kesenjangan permintaan dan kemampuan produksi benih.2.Kurang informasi dan pengetahuan konsumen mengenai bahan tanaman yang benar dan baik.3.Harga benih ilegitim jauh lebih murah dari benih unggul. Harga benih unggul kelapa sawit tahun 2009 bervariasi dari Rp. 6.000 sampai Rp. 12.000 per butir kecambah.4.Prosedur pembelian benih dari produsen yang ditunjuk pemerintah dianggap masih terlalu merepotkan oleh sebagian konsumen (diperlukan surat permohonan, surat tanah, SP2BKS, dll.).Selain faktor-faktor di atas, pengembangan kelapa sawit yang tidak sepenuhnya mengacu pada pola pewilayahan komoditas mengakibatkan banyak tanaman ditanam pada lahan yang tidak sesuai (kelas lahan N1 pada klasifikasi lahan kelapa sawit). Hal ini mendorong masyarakat menggunakan benih ilegitim karena kelangkaan benih unggul dan memubazirkan benih unggul (seed waste) karena tanaman yang dihasilkan tidak akan berproduksi optimal (yield potential losses).SolusiUntuk meredam peredaran dan penggunaan benih ilegitim kelapa sawit, maka peran dan program PPKS ke depan adalah sebagai berikut.1.Sumber benih diharapkan lebih mendekatkan diri kepada konsumen dengan jalan menggalakkan program waralaba (varietas, benih, bibit, dll.) serta ikut mengambil tanggung jawab bagi penyediaan bahan tanaman berkualitas untuk masyarakat pekebun di wilayah yang berdekatan dengan kebun produksi benihnya.2. Perlu lebih ditingkatkan peran Dinas Perkebunan di provinsi maupun di kabupaten pengembangan kelapa sawit untuk mempermudah pemasaran benih kelapa sawit, terutama kepada pekebun rakyat. Dalam hal ini Dinas Perkebunan dapat bertindak sebagai outlet pemasaran benih dan teknologi kelapa sawit yang dihasilkan oleh sumber benih.3. Sumber benih harus terus melanjutkan sosialisasi kerugian penggunaan benih ilegitim, terutama untuk pekebun kecil, di seluruh wilayah Indonesia.4.Sumber benih diharapkan mendorong dan membantu pemerintah untuk terus meningkatkan pengawasan peredaran benih/bibit kelapa sawit.sumber : pengawasbenihtanaman.blogspot.com)

Penyebab Kematian Ikan Lele | Peluang Bisnis Ikan Lele

Penyebab Kematian Ikan Lele | Peluang Bisnis Ikan Lele – .Kadang kala kita hanya bisa merawat ternak yg kita miliki,Namun tidak mengetahui apa sebab musabab ternak itu meninggal.Nah ini ada beberapa informasi sebab kematian ternak lele dan penyakit apa saja yg di idapnya kalau lingkunganya tidak bersih.

Ikan lele memiliki daya tahan yang cukup baik terhadap kondisi air yang kurang mendukung. Tetapi pada ukuran lele kecil seringkali terjadi kematian secara massal yang mengakibatkan kerugian pada budidaya ikan lele. Pada ukuran kecil, ikan lele memang terhitung masih rentan terhadap perubahan lingkungan dan penyakit. Kondisi lingkungan yang buruk semakin mendukung kematian ikan lele. Kematian pada ikan lele disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Yang penting diperhatikan adalah memilih bibit yang baik dan sehat.

Ikan lele yang baru dipindah dari satu lokasi ke lokasi yang lain mengalami stress dan menurun vitalitasnya, dalam kondisi demikian ikan lele menjadi lemah dan mudah terserang penyakit. Hal inilah yang sering dialami petani ikan lele, karena itu sebelum ditebar ke kolam budidaya perlu dipulihkan terlebih dahulu kondisi ikan. Langkah paling sederhana adalah mempuasakan ikan lele dengan tidak memberi makan terlebih dahulu.

Agar kondisi eksternal mendukung maka kolam lele harus diperlakukan secara baik dan tepat. Beberapa faktor yang perlu dihindari agar tidak terjadi kematian ikan lele antara lain:

1. Penanganan Yang Kurang Tepat
Penanganan pada bibit lele yang salah misalnya padat tebar yang terlalu tinggi, bibit yang dari asalnya memang kurang baik, lingkungan hidup kolam yang tidak baik ( tercemar).

2. Terlambat dilakukan Sorting
Pertumbuhan ikan lele tidak bisa seimbang, ikan lele besar cenderung akan mendominasi makanan. Selain itu lele memiliki sifat kanibal, ikan lele yang besar cenderung akan memangsa ikan lele yang kecil.

3. Tidak menggunakan Probiotik
Probiotik memiliki fungsi menguraikan ammonia dan membantu pencernakan makanan pada ikan . Dalam budidaya lele dengan kepadatan tinggi kotoran ikan akan menumpuk dan menjadi racun bagi ikan. Maka memberikan probiotik baik pada campuran pakan atau kolam cukup penting untuk ternak lele.

4. Penggunaan Alat Tangkap yang tidak Sesuai
Alat tangkap yang tidak sesuai, misalnya terlalu kasar akan membuat luka pada ikan lele kecil. Luka in akan berpotensi terinfeksi oleh bakteri yang bisa menyebabkan kematian.

5. Tidak Dipuasakan
Apalagi untuk pengiriman jarak jauh , bibit ikan lele dipuasakan terlebih dahulu, agar kotoran dan sisa-sisa makanan pada tubuh ikan lele keluar. Jika saat pengiriman ada kotoran yang keluar dari ikan lele maka akan menjadi racun yang mengakibatkan kematian.

6. Waktu Distribusi Yang tidak sesuai
Cuaca panas di siang hari merupakan saat yang kurang tepat untuk mengangkut ikan lele. Idealnya ikan lele dikirimkan pada pagi atau sore hari dan ditebarkan pada kolam pada saat dingin juga.

7. Tidak divaksinasi
Vaksinasi pada ikan lele memang belum terlalu populer. Vaksinasi pada ikan lele akan meningkatkan kekebalan tubuh ikan lele sehingga akan mengurangi resiko kematian

Budi Daya Ikan Lele |Budi Daya Ikan Lele Di Kolam Terpal

Budi Daya Ikan Lele |Budi Daya Ikan Lele Di Kolam Terpal – .Ikan lele termasuk ikan yg banyak di kosumsi penduduk indonesia.Selain harganya relatip murah ,Rasa dagingnya pun gurih dan nikmat dan wajar banyak menyukai rasanya dan banyak di budi dayakan.

Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah dituliskan mengenai Budi Daya Ikan Guramih Pada Kolam Terpal, pada kesempatan ini akan dibahas BUDI DAYA IKAN LELE DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan budi daya guramih. Pada dasarnya metode Budidaya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang sempit, modal yang tidak terlalu besar dan solusi untuk daerah yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.

Aneka masakan dari lele bisa diperoleh dengan mudah, rasa daging yang lezat dan gurih membuat bisnis budi daya lele menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan keuntungan.Olahan Ikan lele misalnya pecel lele, abon lele, dan keripik kulit lele. Selain itu Lele dumbo lebih mudah dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang “buruk” Lele dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budidaya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha yang besar. Analisis budidaya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan.
Model Budi Daya Lele Dumbo

Peluang usaha Budidaya lele dumbo dengan kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budidaya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor ke atas biasanya digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.

Salah Satu Model Kolam Terpal Lele Dumbo

Budidaya Lele Dumbo Untuk Pembibitan

Peluang Usaha Budidaya Lele dumbo Untuk tujuan pembibitan bisa dilakukan antara lain:

* Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo, setelah menetas bisa dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara lagi sampai besar. Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa dijual, sehingga merupakan peluang usaha bagi yang memilih menekuni bidang ini. Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk usaha ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.

* Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik.

* Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi.

Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi

Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budidaya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan.
Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.
Pemeliharaan Lele Dumbo

Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.

Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.

Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular. (Galeriukm)

Budi daya ikan lele | Peluang usaha | Peluang bisnis

Budi daya ikan lele | Peluang usaha | Peluang bisnis = .Ternak ikan lele relatif lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit maupun kondisi lingkungan. Berikut ini adalah gambaran secara umum tentang cara budidaya ikan lele

Peluang usaha budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang bisnis yang cukup menjanjikan.
*Pembenihan Lele.

Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.

* Sistem Budidaya

Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :

1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.

2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.

3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).

Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.

*Tahap Proses Budidaya

A. Pembuatan Kolam.

Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :

Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.

Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.

Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.

Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.

B. Pemilihan Induk

Induk jantan mempunyai tanda :

– tulang kepala berbentuk pipih

– warna lebih gelap

– gerakannya lebih lincah

– perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung

– alat kelaminnya berbentuk runcing.

Induk betina bertanda :

– tulang kepala berbentuk cembung

– warna badan lebih cerah

– gerakan lamban

– perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

C. Persiapan Lahan.

Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :

– Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.

– Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.

– Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.

– Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.

Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :

– Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.

– Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama

D. Pemijahan.

Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.

E. Pemindahan.

Cara pemindahan :

– kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.

– siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.

– samakan suhu pada kedua kolam

– pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.

– pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.

F. Pendederan.

Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

* Manajemen Pakan

Pakan anakan lele berupa :

– pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.

– Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.

– Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

* Manajemen Air

Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :

– air harus bersih

– berwarna hijau cerah

– kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).

Ukuran kualitas air secara kimia :

– bebas senyawa beracun seperti amoniak

– mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).

Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.

* Manajemen Kesehatan

budidaya ikan lelePada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.

(BACA JUGA BISNIS IKAN LELE DAN PERAWATANYA )

Sumber blog peluang usaha